Muhammad Baedowy : Sampah Bisa Mendatangkan Rupiah

TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman) — Siapa yang tidak kenal dengan seorang Mohammad Baedowy. Ia seorang pemulung yang berhasil menjadi jutawan dan dikenal diseluruh Indonesia. Tidak jarang Ia juga diundang untuk memberikan motivasi dan berbagi pengalaman kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Di Indonesia, pengusaha seperti M. Baedowy pun memiliki bisnis di bidang daur ulang sampah anorganik. Selain memproduksi mesin pencacah sampah plastik, Baedowy juga memproduksi lakop sapu yang dibuatnya dari botol minuman mineral. Berkat sampah, ia berhasil meraih sejumlah prestasi, di antaranya menjadi jawara I Wira UKM Dji Sam Soe Award 2009.

Awalnya suami Ririn Sari Yuniar ini dalah auditor Royal Bank of Scotland (RBS) yang berkantor di gedung World Trade Center, Jakarta. Namun, akibat situasi kerja yang terancam terpuruk akibat krisis moneter yang melanda Asia sepuluh tahun silam, Baedowy memutuskan untuk mengundurkan diri, pada 1999.

Mengapa sampah? Menurut ayah tiga anak ini, sampah adalah produk tak bernyawa, tak berumur alias tak mudah basi, serta sulit. “Sulit di sini artinya tak banyak orang yang bersedia menggeluti bisnis ini ”.  

Pria kelahiran Balikpapan, 2 Mei 1973 ini pun menerapkan sistem kemitraan untuk penjualan mesin giling sampahnya. Baedowy melatih dan membina relasi bisnis yang membeli produk mesin gilingnya.

Bahkan, ia menampung hasil cacahan  plastik mitra kerjanya. Hingga saat ini Baedowy telah memiliki 60 mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk mesin cacah sampah plastiknya, Baedowy mematok harga Rp29–45 juta per unit, sudah termasuk pelatihan di lokasi mitra.

“ Saat ini Kota Pariaman kota tujuan wisata, tentu banyak yang datang dengan  berbagai sampah. Sampah datang inilah akan bisa menjadi ladang usaha bagi masyarakat disekitar, ungkap Mohammad Baedowy pada acara Lokakarya Penanganan Persampahan di Kota Pariaman Kamis (6/12/2018).

Cara pengelola sampah itu sangat mudah yaitu dengan 3E, edukasi. Ini membutuhkan waktu yang panjang karna bersifat mendidik dan menjadi kebiasaan. Ekoligi yang berkaitan dengan lingkungan, dan Ekonomi. Kalau diberitahu bahwa ini bisa menghasilkan uang maka secara otomatis orang akan tertarik.

“Sampah adalah masalah besar bangsa kita. Tapi kalau diolah secara baik dan tepat dengan teknologi tepat pula, sampah pun bisa menjadi rupiah. Saya berobsesi untuk menyebar luaskan pengetahuan saya ini kepada seluruh masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap Kota Pariaman harus jadi pelopor buat gerakan kebersihan lingkungan yang berbasis pada kekuatan ekonomi masrayarakat karna pariaman sangat punya potensi  dibidang itud engan alam yang indah.(dhe/amir)