Ikatan Keluarga Kananagarian Toboh Gadang Surabaya Pertahankan Tradisi Malamang

TABLOIDBIJAK.COM (Suarabaya)—Paguyuban Warga Minang Jawa Timur asal Pariaman yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Kananagarian Toboh Gadang Surabaya (Ikkatos) tetap mempertahankan tradisi malamang dalam Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 H/2018 M di Rumah Gadang Minangkabau Jatim Jalan Gayung Kebon Sari No. 64 Surabaya.

Demikian laporan Zulkifli Piliang dari Surabaya Jum’at (24/11/2018) dua pekan lalu.

Dijelaskan, kegiatan ini rutin digelar tiap tahun sebagian besar penjual nasi Padang itu dihadiri berbagai lapisan masyarakat minang khususnya Padang Pariaman yang merantau di kabupaten/kota di Jawa Timur. Diantaranya Kota Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Pandaan, Bangil, Madura, Kabupaten Gresik, hingga Kota/Kab. Malang.

Dalam acara maulid nabi kali ini hebatnya tetap mempertahankan tradisi malamang (membuat lemang/beras pulut yang di masak di dalam bambu). Makanan asli Minang yang cukup populer di Sumbar itu selalu dipertahankan Ikkatos tiap memperingati Maulid Nabi di Jatim. Menurut mereka, membuat lemang dan bajamba mengingatkan akan terasa berada dikampung halaman sendiri.

Selain itu, para jamaah dan undangan juga disuguhkan makanan bajamba (makanan berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya ditutup dengan songkok lalu dimakan bersama-sama).

Malamang dan makan bajamba merupakan tradisi masyarakat minang Pariaman setiap memperingati Maulid nabi Muhammad SAW di kampung halaman. Walaupun berada diperantauan, masyarakat Ikkatos tetap berusaha mempertahankan tradisi ini.
Selanjutnya acara juga diisi dengan siraman Rohani berupa ceramah agama yang disampaikan oleh Buya Tuanku Kuning H. Sofyan Yusuf asal Pariaman berdomisili di Jakarta.

Selain juga tampak hadir Ketua Gebu Minang Jatim (GMJT) DR. Ir. Sumarzen Marzuki, MMT, Sekum H. Zulyondri, SE beserta jajaran kepengurusan yayasan dan GMJT lainnya. (amir)