Fungsi Keluarga Sangat Penting Dalam Pendidikan Moral Remaja

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)–Banyaknya perilaku menyimpang dalam sebuah keluarga, hendaknya disikapi dengan memperkuat fungsi dari keluarga itu sendiri. Pasalnya, pada masa ini mendidik seorang remaja ini merupakan tantangan besar, sehingga pentingnya kewaspadaan dari keluarga.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Padang Pariaman diwakili Sekretaris Dinas Sosial P3A Amril, Senin (5/11/2018), pada pembukaan roadshow sosialisasi Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Saiyo Sakato Padang Pariaman, di SMPN 1 Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman.

Hadir Kasi Identifikasi dan Penguatan Kapasitas Dinas Sosial P3 Nuzirwan, Kepala SMPN 1 Sintoga Deswiyanti, Bendahara LK3 Mira Putri. Sedangkan peserta yang hadir utusan pelajar SMP, SMA, SMK, MAN di Kecamatan Lubuk Alung dan Sintuak Toboh Gadang yang didampingi guru pembimbingnya.

Menurut Amril, maraknya perlakuan menyimpang saat ini terutama dikalangan remaja. Seperti anak berhadapan dengan hukum, korban narkoba dan tidak tertutup kemungkinan perilaku menyimpang remaja seperti anak berhadapan hukum, korban narkotika dan LGBT.

“Penyimpangan perilaku tersebut tidak terlepas dari peran sosial masyarakat di sekitarnya, termasuk orang-orang terdekat. Misalnya, bila anak laki-laki dibiasakan bermain boneka sejak kecil, akan membentuk jiwa feminim, dan sebaliknya,” kata Amril.

Dikatakan, LBGT menuai banyak perhatian sosial dan kontra terhadap adanya komunitas ini. Namun LBGT juga merupakan seorang manusia yang normal dan tidak merugikan sekitarnya, sehingga apa pun pilihan mereka untuk menentukan identitas diri tidaklah sebaiknya dihina atau dikucilkan. Namun perlu dukungan positif dan rasa kasih sayang yang membantu mereka menemukan identitas yang benar dan tidak menyimpang, kata Amril.

Sekretaris LK3 Padang Pariaman Armaidi Tanjung menyebutkan, berbagai masalah sosial remaja yang terjadi saat ini. Diantaranya adalah tawuran di kalangan pelajar, pergaulan bebas, perkosaan, penyalahgunaan narkoba, menyontek, mabuk-mabukan, bolos dari sekolah, anak berhadapan dengan hukum dan candu game.

“Fungsi utama remaja adalah belajar. Sehingga remaja menjauhi perilaku yang menjadi masalah sosial remaja tersebut. Remaja yang sedang belajar di tingkat SMP dan SMA/SMK merupakan tunas-tunas bangsa yang menjadi masa depan bangsa, negara dan agama. Remaja harus mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang penuh dengan persaingan global. “Remaja rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial, kata Armaidi.

Dikatakan Armaidi, solusi yang harus dilakukan remaja dalam menghadapi masalah sosial remata tersebut antara lain serius belajar, katakan tidak kalau diajak teman, jangan mencoba, walaupun sekalipun, fokus beraktifitas positif, jangan berlebihan dan perkuat iman, rajin beribadah.

Narasumber lain, Pekerja Sosial LK3 Padang Pariaman Fatma Yetti Kahar menyebutkan, banyaknya terjadi kasus pelecehan seksual dan pencabulan terhadap anak-anak yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya. Seperti ayah, ayah tiri, paman, pacar atau tetangga. Hal ini tidak saja memprihatinkan, tapi perlu kewaspadaan terhadap anak perempuan dari “ancaman” orang-orang terdekatnya.

“Kita tidak menuduh dan terlalu curiga, namun tetap waspada. Anak perempuan yang tinggal serumah dengan laki-laki, ketika tidur perlu memperhatikan agar tetap menjaga dirinya. Misalnya, kalau tidur jangan pakai rok saja. Tapi pakai celana lebih panjang sehingga sulit bagi seseorang berniat tidak baik pada dirinya,” kata Fatma yang akrab disapa Teta Sabar ini. (at/amir)