Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar Adakan Bimtek E-Smark

TABLOID BIJAK (Padang)—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengadakan Bimbingan teknis (Bimtek) E-Smart bagi Industri Kecil Menengah (IKM) kabupaten/kota se-Sumatera Barat yang bekerjasama dengan Bukalapak.com, di Pangeran City Padang, Rabu, 24 Oktober 2018.

Wakil Gubernur Sumatera Barat menyampaikan, pelatihan bimbingan teknik terhadap E-Smart ini bagaimana mempasarkan sebuah produk tidak lagi dibawa ke warung-warung. Selain di warung, bisa pakai elektrinik juga.

“Kita kerjasama dengan Bukalapak, produk-produk masyarakat ini, dan IKM ini bisa dipasarkan di Bukalapak, demi mendorong pertumbuhan IKM dan agar mereka menggunakan teknologi,” ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga menyampaikan, perkembangan IKM 85 persen, ini merupakan sektor riil yang tak kena dampak resesi. “Walaupun, secara industri besar kita tidak punya, namun IKM kita bagus,” ujar Nasrul Abit.

E-Smart bisa meningkatkan penjualan, karena pemasaran tidak hanya didalam, namun luar negeri juga.

“Namun kita harus penuhi standar dari segi kesehatan dan kehalalan. Sertifikasi halal akan segera kami lakukan,” ujar Nasrul Abit.

Padang ini wacana tempat penjualan IKM terpadu sudah ada, namun alangkah bagus pemerintah cukup fasilitasi supaya masyarakat berkembang.

“Pemerintah cukup awali saja, kita sudah ada pemasaran di Dinas Ketahanan Pangan, dan kami berupaya carikan partner,” ujar Nasrul Abit.

Ada 20 persen usaha IKM yang berbasis pemasaran elektronik, karena secara tradisional tidak dibimtekkan, dan berharap tambah banyak supaya mereka lebih mudah pemasaran.

Selain itu, Kapala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Asben Hendri menyampaikan, kegiatan ini mempercepat akses orang berusaha, dsn dengan teknologi bisa menghemat waktu dan biaya.

Katakanlan offline, membutuhkan investasi besar. Kalau dengan online, di rumah saja sudah bisa transaksi,” ujar Asben.

Harapanya produk yang dijual memenuhi standar. Karena tidak ada jarak, semua orang juga bisa melakukan hal yang sama. Tentunya harus unggul, dari segi kualitas, rasa, dan kemasan menarik.

“Strategi kita, melatih kemampuan dalam rangka bagaimana meningkatkan hasil usaha. Seperti pelatihan Bimtek ini. Agar produk yang dihasilkan lebih baik,” ujar Asben.

“Jumlah UMKM hampir 500 ribu, dan IKM 280 ribuan. Kata Wagub, baru 20 persen yang tersentuh akses digital,” ujar Asben.

Kelemahan IKM sehingga belum bisa akses pasar online, kata Asben, pertama memang IT-nya, karena ini hal baru, pelaku UMKM ini belum seluruhnya menggunakan teknologi. Makanya di bawa langsung pihak penyedia jasa platform daring ini untuk perkenalkan ke UMKM. (fardi)