Gubernur Sumbar Launching 22 Nagari Mandiri Pangan di Sumatera Barat

TABLOID BIJAK (Agam)—Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, pengembangan kawasan inklusi keuangan terpadu bersinergi dengan nagari pangan, di Pusat Pengembangan SDM Regional Bukittinggi, Rabu, 17 Oktober 2018.

Dalam sambutanya Irwan Prayitno menyampaikan, ada 32 nagari yang digerakkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hari ini ada 22 nagari yang dilaunching sebelumnya pada bulan Mei sudah 10 nagari.

“Di Sumatera Barat tanah subuh sekali, apapun yang ditanam pasti hidup, untuk itu maka kita harus mensyukuri nikmat yang telah di berikan, untuk kita olah dan dijadikan manfaat untuk kita, jangan sampai dibiarkan begitu saja,” ujar Irwan Prayitno.

Terkait itu, kata gubernur, Pemprov dan Pemda harus memberikan perhatian lebih kepada para petani. Kenapa?, karena data statistik Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) data terbesar di Sumatera Barat dari sektor pertanian sekitar 23 persen.

Selain PDRB, kata gubernur, dari sektor tenaga kerja untuk di Sumatera Barat lebih dari 40 persen bahkan hampir 50 persen, karena tenaga kerja di Sumatera Barat ada juga di bidang pertanian.

Irwan Prayitno juga meminta pihak perbankan untuk lebih memperhatikan petani terutama dalam hal penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna membantu permodalan.

Mengapa harus membantu petani, kata gubernur, petani bisa terlepas dari jeratan rentenir yang bunga atas pinjaman sangat besar. “Kalau bunga pinjaman kepada rentenir dalam setahun bisa sampai 600 persen, sedangkan KUR hanya 7 persen saja” ujarnya.

Selain itu, Kepala kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat Darwisman menyampaikan, pengembangan kawasan inklusi keuangan terpadu bersinergi dengan nagari pangan di Pusat Pengembangan SDM Regional Bukittinggi Kecamatan Baso ini merupakan lounching yang kedua.

Ada 22 nagari mandiri pangan yang berada di Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Kota Padang, dan Kota Pariaman.

Dengan Sinergi ini diharapkan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dapat memberikan kontribusi kepada nagari mandiri pangan sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

Sebelumnya, kata Darwisman, pada awal Mei juga sudah melakukan pengembangan kawasan inklusi keuangan terpadu bersinergi dengan nagari pangan untuk 10 nagari, yaitu Kabupaten Solok dan ditambah satu nagari di Alahan Panjang.

“Jadi, amanah gubernur yang disampaikan kepada kami melalui tim percepatan akses keuangan daerah untuk tahun 2018, untuk 32 nagari mandiri pangan yang kita sinergikan terhadap kawasan inklusi keuangan sudah dapat terealisir,” ujar Darwisman.

Lanjutnya Darwisman, OJK bersama industri keuangan akan terus memantau tindak lanjut dari program-program pengembangan kawasan terkhusus target dan sasaran kita untuk akrelasi dan percepatan yang secara terarah dan terpadu di nagari-nagari pangan ini.

Darwisman juga menyampaikan untuk tahun 2018 target KUR di Sumbar adalah 4,45 triliun, dan optimis hingga akhir tahun realisasinya bisa mencapai target.

“BRI punya target 2,2 triliun dan sudah terealisasi 1,9 triliun, kemudian untuk Bank Nagari target 1,1 triliun dengan realisasi 700 miliar, sedangkan BNI sudah melampaui target yakni 925 miliar dan yang terealisasi 956 miliar, terakhir Bank Mandiri terget 790 miliar terealisasi 748 miliar” ujarnya.(fardi)