Gubernur Sumbar Adakan Pertemuan dengan DPW dan DPD Perhiptani

TABLOID BIJAK (Padang)—Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melakukan pertemuan koordinasi dan sirgenitas DPW, DPD perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) dengan instansi terkait Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat, di Pangeran Beach Hotel, Kamis, 11 Oktober 2018.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan, penyuluh sesuai peran dengan harapan, walaupun penyuluh sendiri punya keterbatasan dan sulit untuk bisa dimaksimalkan.

“Contohnya seperti masalah honor yang masih rendah, sekarang UMR, ini tentu bekerja dari 24 jam dan banyak rasanya belum cukup,” ujar Irwan Prayitno.

Terkait itu, melalui perhiptani punya pendekatan kelembagaan dimana nanti ada suatu kawasan. “Jadi, nanti penyuluh ada disitu, berbagai hasil kegiatan untuk menghasilkan, nanti dia akan mendapatkan bagian dari keuntungan dan mudah-mudahan itu bisa menambah, itu upaya kita,” ujar Irwan Prayitno.

Menurut Gubernur, karena dari APBD sulit dan APBN juga terbatas, yang merupakan suatu keterbatasan, sehingga karena pendapatan kurang tentu petani mencari pekerjaan lain. Itu yang pertama.

Kedua, jumlah yang diharapkan 2700-an, sekarang baru 1700-an, jadi setengah baru terpenuhi kebutuhan penyuluhan di pertanian, itulah kondisi saat ini. “Tapi, kita masih bisa terus memelihara swadaya pangan tetap terjaga, kita masih tetap bisa kirim pangan kita keluar Provinsi dan membantu kebutuhan nasional dan beberapa lagi target-target nasional pun masih bisa kita penuhi, walaupun harapan masih belum maksimal karena kondisi penyuluh yang terbatas,” ujar Irwan Prayitno.

Selain itu, Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Candra menyampaikan, penyuluhan ini untuk menyampaikan teknologi dari Sumbar kepada para petani.

“Seperti yang disampaikan gubernur bahwa bagaimana pola pikir dari para penyuluh kita menyampaikan sehingga apa yang diharapkan dalam penerapan dari teknologi bisa dilaksanakan petani,” ujar Candra.

Lanjutnya, betapa besar peran dari penyuluh, sedikit saja bergerak ukuranya bisa milyaran, 1 ton/ha terjadi peningkatan seperti itulah adanya peran dari penyuluh.

Candra mengatakan, sebagaimana yang diharapkan kedepan tentu perlu juga perhatian dari pemerintah bagaimana pengembangan penyuluh juga bisa bersinergi dengan pola pembangunan seperti yang disampaikan tadi oleh ketua Perhiptani akan mengkondisikan bagaimana pengembangan dari pola penyuluhan juga bersinergi dengan pola pembangunan, sehingga ada dampak efek dari pembangunan juga semacam riwer ampanismen dari pemerintah kepada para penyuluh.

Sehingga nantinya kawasan terjadi peningkatan produksi dari penyuluh juga akan mendapatkan peningkatan pendapatan juga.

Saat ditanya jumlah penyuluh di Sumatera Barat, Candra menyampaikan, ada 1.348 dan yang diharapkan 2700 dari kelompok tani.

Candra mengharapkan peran dari penyuluh itu bisa dimasing-masing nagari, kalau diharapkan sekarang ini setengahnya tentu otomatis belum optimal dalam menyampaikan teknologi, apalagi lokasi juga ada yang punya tigkat kesulitan seperti pergunungan, dan daerah yang lokasinya memang tidak ada akses jalan. “Tentu butuh dukungan dari kita kepada para penyuluh kita,” ujar Candra.

Candra juga mengatakan, sekarang ada polanya penyuluh swadaya. “Jadi ada dari masyarakat yang mempunyai keterampilan itu kita bina dan kita latih sebagai penyuluh, termasuk bagaimana membentuk administrasi, karena salah satu peran dari penyuluh juga mendukung administrasi dari kegiatan penyuluhanya, sehingga nanti apa yang dilakukan juga terdata dan ada pertanggung jawaban,” ujar Candra. (fardi)