Syafrizal, S.Ag: Tahun Baru Islam Disebut Tahun Hijriyah

TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)—Ustazd Syafrizal, S.Ag, MA mengatakan tahun baru Islam yang disebut dengan tahun hijriyah, merupakan hari yang bersejarah bagi umat Islam. Sejarah tahun baru Islam bermula dari kebingungan umat Islam pada masa itu dalam menentukan tahun.

Demikian disampaikan Ustazd Syafrizal dalam Tausiyah peringatan Tahun Baru Islam 1440 H/2018 di Mushalla Riayadhatul Amal Dusun Selatan Desa Kampung Baru Pariaman Tengah Kota Pariaman, Rabu (26/9/2018) malam sesudah shala Isya.

Disampaikan, pada awalnya, tahun baru Islam digunakan untuk memperingati peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah ke Madinah pada 622 Masehi silam.

Pada zaman sebelum Nabi Muhammad SAW, orang-orang Arab tidak menggunakan tahun untuk menandai suatu peristiwa. Atas usulan dari Ali bin Abi Thalib, kalender Hijriyah Islam dimulainya dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

Lebih jauh dijelaskan, peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah menjadi awal mula lahirnya Islam sebagai agama yang berjaya. Hijrah merupakan tonggak kebangkitan Islam yang semula diliputi suasana dan situasi yang tidak kondusif di Mekkah.

Hijrah mengandung semangat perjuangan tanpa putus asa dan rasa optimisme yang tinggi, yaitu semangat berhijrah dari hal-hal yang buruk kepada yang baik.

Sebagai umat Islam yang masih hidup zaman sekarang, mari kita hijrah kepada yang lebih baik dari sebelumnya. “Mari kita tingkatkan keimanan kita dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt,” ujar Syafrizal dengan nada berapi-api.

Ketua Pengurus Mushalla Riayadhatul Amal Drs. H. Syofyan Jamal dalam sambutannya menyampaikan, peringatan tahun baru Islam bertujuan memperbahrui keimanan kita kepada Allah Swt dan sekaligus untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan serta mempererat tali silaturahmi sesama warga dan jemaah dusun selatan.

“Mari sama-sama kita simak dan dengarkan tausiyah serta kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari nantinya,” ucap Syofyan Jamal.

Pada malam itu juga dilakukan pengumpulan infak dan sedekah dari jemaah. Menurut Sekretaris Mushalla Riyadhatul Amal Metri Yuhardi terkumpul uang kontan Rp. 4,5 juta rupiah lebih.

Dana ini akan dimanfaatkan untuk keperluan Mushalla Riayadhatul Amal, karena masih banyak yang harus kita benahi. “Muda mudahan infak dan sedekah yang diberika kaum muslimin dan muslimat, mendapatkan balasan dari Allah Swt,” tukuk Metri. (amir)