Catatan Tuanku Amiruddin dari Makkah (39): Jalan-jalan ke Masjid Qishas di Jeddah

Jemaah haji Kota Pariaman yang tergabung dalam kloter 11 Padang adakan acara jalan jalan ke Masjid Qishas di Jeddah, Kamis (30/8/2018).

Selain ke Masjid Qishas Jemaah Haji Kota Pariaman juga melihat Masjid terapung dan Laut Merah serta Air Mancur tertinggi di dunia di Pantai Jeddah.

Untuk keberangkatan masing-masing jemaah terpaksa merogoh riyalnya, artinya ini jalan jalan mandiri dalam rangka untuk melihat keindahan alam di Arab Saudi.

Pemandu jalan jalan atau wisata Ubaidillah di sepanjang jalan menjelaskan kepada jemaah tempat yang dilalui . Masjid Qishas di Jeddah adalah tempat eksekusi mati dan potong tangan bagi masyarakat Arab Saudi yang sudah diputuskan pengadilan sebagai orang bersalah dan pelaksanaan eksekusi mati dilaksanakan setiap hari Jum’at.

“Sebelum dilakukan eksekusi mati dilaksanakan korban dituntun untuk membaca dua kalimat syahadat dan sebelum dimakamkan jenazah dimandikan dan dikafani serta dishalatkan layaknya seorang muslim meninggal dunia,” ujar Ubaidillah.

Setelah shalat ashar di Masjid Qishas Jemaah Haji Kota Pariaman dibawa melihat laut merah kuburan Sitihawa dan Masjid terapung dan Air Mancur tertinggi di dunia.

Terakhir rombongan dibawa singgah di pusat perbelanjaan Jeddah. Ditempat perbelanjaan ini selain membeli sajadah, tasbih dan baju, jemaah haji juga bertemu dengan kuliner masakan Indonesia, seperti Bakso, Bubur ayam dan Sate Padang. Walaupun harganya jauh lebih mahalan dari Indonesia, tetap banyak jemaah haji Indonesia yang berbelanja.

Disini Bakso 1 porsi 12 riyal kalau dirupiahkan berkisar Rp 48 ribu rupiah per porsi.
“Walaupun mahal yang penting taragak lapeh salero,” ujar Mukhlis Rahman.