Catatan Tuanku Amiruddin dari Makkah (37): Wako Pariaman Didaulat Beri Kultum 7 Menit

H. Mukhlis Rahman Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) Kota Pariaman didaulat untuk memberikan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) sesudah shalat magrib dan Subuh. Kultum itu ketika giliran piket memimpin shalat berjamaah 5 waktu.

Berdasarkan kesepakatan Ketua Rombongan dan Ketua Regu yang di sepakati bersama dengan TPHD Kota Pariaman setiap waktu ada shalat berjamaah di hotel Ataiseer Tower Lantai 10 Jarwar, untuk mengayomi jemaah yang tidak mampu pergi ke Masjidil Harram.

Awalnya Mukhlis Rahman meminta tidak diikutsertakan dalam piket ibadah tersebut. Tetapi atas permintaan dari peserta rapat Korom dan Regu, akhirnya Mukhlis Rahman menyetujuinya.

Saat tiba giliran menjadi Imam shalat berjamaah Zahar seperti Subuh, Magrib dan isya dia minta bantuan kepada para ustadz yang ikutan shalat di hotel, seperti H. Maswar, H. Muzakar dan ustazd lainnya.

Tetapi ketika Kuliah Tujuh Menit (Kultum) para ustadz meminta Mukhlis Rahman yang tampil, pada tampil perdana Mukhlis Rahman mengatakan selama hidupnya baru kali ini tampil sebagai penceramah atau memberikan tausiyah.

Namun berpidato sebagai Walikota Pariaman sering dia lakukan.  “Sungguh baru kali ini saya tampil sebagai penceramah agama Islam seumur hidup,” ujarnya.

Katanya pada Tausiyah pertama Mukhlis Rahman mengupas masalah umum yang sifatnya berisikan nasehat agama.
Penampilan berikut Mukhlis Rahman sudah membaca ayat-ayat Allah SWT dalam Al Qur’an dan hadits Rasulullah Saw.
Menurut H. Syofyan Jamal dan H. Muzakar Tausiyah yang disampaikan Walikota Pariaman itu sudah mulai mantap judul ceramah dengan isinya telah menyambung.
“Kalau macam ini sudah bisa dipanggil memberikan ceramah
agama Islam seperti Khotbah Jum’at dan ceramah agama pada bulan Ramadhan,” ujar H. Muzakar Selasa (28/8/2018) sehabis Kuliah Tujuh Menit shalat berjamaah maqrib.