Dheni Kurnia; Rifki Pantas Dapat Emas Karate!

TABLOIDBIJAK.COM (JAKARTA)— KETUA Umum Forki Riau, H Dheni Kurnia, menilai Rifki Ardiansyah Arrosyid, sangat pantas mendapatkan medali emas Asian Games Minggu Siang (26/8) lalu. “Dia pintar, sabar dan cerdik,’ kata Dheni Kurnia yang menyaksikan secara langsung pertandingan final cabang karate Asian Games di Plenary Hall  Jakarta Convention Center, Jakarta.

Apalagi, kata Dheni, lawannya adalah juara dunia karate 2012 dan 2016 asal Iran, Amir Mahdi Zadeh. Karateka senior kelas dunia ini, tak berkutik karena kesabaran Rifki yang luar biasa dalam menjalani pertarungan final di kelas 60 Kg itu. “Amir seperti kehilangan akal dan emosional menghadapi Rifki,” tambah Dheni.

Menurut Dheni yang juga menyandang Dan V Karate-do Tako Indonesia ini, selain pintar, Rifki terlihat sangat tenang dan percaya diri. Dia sepertinya tidak terpengaruh dengan nama besar Amir di kancah karate internasional. Dengan ketenangan itulah Rifki mengalahkan lawan-lawannya dalam ajang Asian Games 2018.

Memang, sambung Dheni, di babak final, Rifki tampak keletihan, karena pertarungan ketat menuju final. Namun karena kecerdikannya dia mampu menguasai pertandingan dan akhirnya sukses mengalahkan karateka internasional itu.

Sebaliknya Amir, lanjut Dheni Kurnia, yang melihat kepintaran lawannya, seperti kehilangan akal menghadapi ketenangan Rifki. Dua menit pertandingan, Amir sudah ketinggalan enam angka. Rifki mengumpulkan angka satu demi satu melalui dua pukulan ke dada dan empat ke arah kepala. Sementara Amir baru memperoleh dua angka. Melihat kondisi ini, Amir balik menyerang dengan cepat dan menyusul angka demi angka.

“Justru di sinilah kepintaran dan ketenangan Rifki dipertontonkan. Dia tidak panik dan mentalnya tak jatuh. Sampai akhirnya Rifki menang dengan nilai 9-7,” ujar Dheni.

Kemenangan Rifki ini, sebut Dheni, dipastikan pula akan memacu semangat para Karateka muda di seluruh Indonesia termasuk Riau. Karena Rifki baru berumur 20 tahun dan baru saja diterima sebagai anggota TNI di Kodam V Brawijaya, dengan pangkat Sersan Dua. “Rifki kini jadi idola baru para Karateka belia di tanah air,” jelas Dheni yang juga Pengurus KONI Provinsi Riau.

Apalagi, menurut Pelatih Rifki, Syamsuddin Barkhani (Dan V Karate) di tempat terpisah, usai Asian Games 2018, Rifki akan lebih banyak ikut kejuaraan tingkat internasional untuk menambah poin sekaligus meraih peringkat terbaik dalam World Karate Federation (WKF).

Seperti diberitakan sejumlah media Minggu lalu, Rifki Ardiansyah Arrosyid berhasil menyabet medali emas cabang Karate di Asian Games 2018. Buatnya, itu seperti mimpi yang jadi kenyataan.

Rifki sukses merebut medali emas setelah mengalahkan lawannya dari Iran, Amir Mahdi Zadeh, dengan 9-7 dalam partai final Karate nomor Kumite 60Kg.

Rifki mengaku sangat bersyukur bisa meraih juara di Asian Games 2018. Hasil tersebut dia dapatkan dengan perjuangan dan kerja keras yang luar biasa.

“Terima kasih kepada orang tua saya yang selalu mendukung saya. Terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung saya sehingga saya menjadi juara dan terima kasih kepada PB FORKI dan semuanya,” ujar Karateka asal Jawa Timur ini.

Semua lawan yang dihadapi, sambungnya, sangat sulit. Tapi dia yakin bisa dilalui. “Saya pernah mimpi menjadi juara Asian Games dan juara dunia dan mimpi itu akhirnya terwujud. Alhamdulillah,” tuturnya.

Atlet kelahiran Surabaya itu juga menyebut kunci keberhasilannya adalah selalu berusaha yakin dan tampil tenang. “Saya yakin saya bisa karena seluruh rakyat Indonesia mendukung saya.”

Setelah meraih medali emas, Rifki akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 1,5 miliar dari pemerintah dan Rp 1 miliar dari Ketua Umum PB Forki, Gatot Nurmantyo. Dia akan menggunakan uang itu untuk menunaikan ibadah haji bersama keluarga. (rel)