Pembunuh Siri Warga Nagari Kinali Kecamatan Kinali Pasbar Berhasil Ditangkap

BIJAKONLINE.COM (Pasaman Barat)– Berkat kerja keras jajaran Kepolisian Resor Pasaman Barat, hingga berselang waktu 24 jam. Sabtu (25/8/2018), pelaku pembunuhan keji terhadap Siri (50) warga Jorong Lubuak Karak, Nagari Kinali, Kecamatn Kinali, Pasabar, berhasil di amankan pihak Kepolisian.

“Benar kita mengamankan kedua pelaku Sabtu (25/8/2018) sekira pukul 13.00 WIB, di tempat berbeda, AD (20) merupakan Warga Jorong Tongar Nagari, Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Pasbar, di amankan di tempat kerja pelaku, kantor Honda Gajah Motor Jorong Jambak Jalur XI, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, sementara PN (19) kita amankan di komplek SMPN 1 Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasbar,” kata Kapolres Pasbar, AKBP. Iman Pribadi Santoso, S.ik didampingi Kasat Reskrim Polres Pasbar, AKP. Denny Catur Wardhana dan Kanit Pidum, Ramsir Pasaribu, Minggu 26/8/2018.

Dikatakan, sebelumnya korban, Siri, Jumat (24/8/2018), ditemukan tewas membusuk, dengan penuh luka bacok dan luka tusuk disekujur tubuh, didalam mobil Toyota Agya bernomor Polisi BA 1069 SQ di sebuah area Kebun Kelapa Sawit, di jambak jalur IX, Kenagarian Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Pasbar, hingga berselang waktu 24 jam pelaku berhasil di amankan.

Menindak lanjuti hal tersebut, jajaran Mapolres Pasbar bergerak hingga membuahkan hasil, Dua orang pelaku pembunuhan Almarhum Siri berhasil di amankan, mereka adalah AM’ dan ‘PN. Pelaku AM merupakan Office Boy (OB) di showroom Honda Pasaman Barat dan Pelaku PN merupakan pacar pelaku AM yang berprofesi sebagai pelayan di salah satu Cafe di Nagari Kotobaru, Kecamatan Luhak Nan Duo.

Menurut pengakuan korban, lanjut Kapolres, pembunuhan yang terjadi diduga karena Faktor dendam dan ditambah niat ingin mengambil harta korban, karena sebelumnya, pelaku AM yang merasa dendam atas perlakuan korban, sebab, korban penyebab keretakan hubungan kedua orang tua nya, korban diduga melakukan perselingkuhan dengan ibu pelaku AM sehingga menyebabkan perceraian antara kedua orang tuanya.

“Inilah dasar kedua pelaku merencanakan pembunuhan keji ini, sehingga sekira bulan juli lalu kedua pelaku mempersiapkan perencanaan yang matang untuk menghabisi korbannya, bahkan, agar tidak menimbulkan kecurigaan pelaku mengaku sebelumnya pernah melakukan hubungan badan dengan korban sebanyak tiga kali, untuk mengumpan korban,” katanya.

Perencanaan yang sudah matang dipersiapkan selama seminggu sehingga dalam rencana mereka apabila korban menelpon pelaku PN untuk melakukan hubungan badan kembali, maka tempat telah mereka persiapkan yakni di ditempat kerja pelaku.

Alhasil, Rabu (23/8) sekira pukul 08.00 WIB pelaku PN, rencana mereka pun berjalan mulus, pelakupun menerima panggilan telepon dari korban, hingga menawarkan hubungan badan, pelaku PN pun bersedia hingga menunggu korban di showroom honda ditempat eksekusi yang sudah direncanakan.

Sekira pukul 13.00 WIB pelaku PN dan Korban sudah berada di tempat yang di janjikan untuk melakukan hubungan layaknya suami istri diruangan rapat showroom tersebut, tepatnya dilantai dua bangunan, saat berhubungan suami istri berlangsung tanpa disadari si korban. Pelaku AM yang sudah berada di dalam ruangan Showroom keluar dengan sebilah pisau ditangannya hingga langsung menghujamkan sebilah sangkur terhadap korban dengan cara melakukan penikaman kepada tubuh korban.

Merasa kurang puas, pelaku AM juga mengambil sebuah cangkul dan seketika memukulkan cangkul tersebut di kepala korban hingga tewas. Usai menghabisi nyawa korban kedua pelaku membungkus korban dengan Kasur santai dan kain kemudian membawa korban kedalam mobil milik

Merasa kurang puas, pelaku AM juga mengambil sebuah cangkul dan seketika memukulkan cangkul tersebut di kepala korban hingga tewas. Usai menghabisi nyawa korban kedua pelaku membungkus korban dengan Kasur santai dan kain kemudian membawa korban kedalam mobil milik korban.

Selanjutnya korban dibawa pelaku AM kekebun kelapa sawit jalur IX jambak sekira pukul 17.30 WIB dan ditinggalkan begitu saja, korban terbungkus didalam mobil dengan kondisi sudah tidak bernyawa, sementar pelaku PN mengikuti dengan kendaraan sepeda motor untuk menjemput pelaku.

Hasil penyidikan, dari tangan tersangka berhasil disita Barang Bukti (BB) berupa, sisa uang tunai sebanyak Rp. 1 juta dari Rp. 1.5 juta uang korban dan Hp korban yang dirampas, rencana sisa uang 1juta tersebut akan mereka gunakan bekal buat kabur ke tanah jawa, bogor.

Selain itu juga mengamankan BB, Satu unit mobil Toyota Agya bernopol BA 1069 SQ, STNK mobil, satu unit sepeda motor merk Suzuki Shogun warna merah BA 5768 JF, satu helai Kain warna kuning, satu helai Kain seprai warna biru, satu nuah Kasur santai warna coklat, satu buah karpet warna merah, dua lembar kartin, satu buah alat kontrasepsi, tiga buah Handphone, satu bilah pisau sangkur, satu buah topi warna hitam milik korban dan dua helai kain terbakar milik kedua pelaku.

Akibat perbiatannya, kedua pelaku di jerat dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 56 ayat 1 ke 1 KUHP, kedua pelaku terancam pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun penjara. (Arafat, SH)