Catatan Tuanku Amiruddin dari Makkah (19): Undangan Makan Malam di Ataiseer Tower 

Mantari Zunumar Jemaah Haji Kota Pariaman, mengundang TPHD H. Mukhlis Rahman, makan malam di hotel Ataiseer Tower Lantai 10 Jarwar, Sabtu (11/8/2018), malam.

Di samping itu Zunumar juga mengundang Ketua Rombongan 7 H. Maswar, acara makan malam itu dalam rangka untuk silaturahmi dan sekalian membicarakan mengenai perkembangan pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Pariaman.

Zunumar yang akrab disapa dengan Mantari itu berprofesi sebagai tenaga medis di RSUD Pariaman pada bagian bedah.

Menurut Zunumar RS Kota Pariaman yang dibangun Pemkot Pariaman perlu dilengkapi dengan tenaga medis yang mempunyai sertifikat tentang Anistesi.

“Walaupun sudah punya tenaga doktet ahli bedah dia tidak bisa bekerja tanpa ada tenaga yang memiliki Anistesi tersebut,” ujar Mantari.

Sementara itu ketika berada di Madinah Mantari Zunumar satu kamar  di hotel Taiba lantai 9004. Tetapi di Makkah Mantari Zunumar di lantai 1004. Sedangkan TPHD Mukhlis Rahman berada di lantai 9003 dengan Maswar.

Sejak berada di Makkah Zunumar sekamar dengan Sofyan Jamal dan Tuanku Amiruddin.

Walaupun Mantari yang pustur tubuh kecil tetapi punya suara keras dan kritis terhadap sesuatu dia sering melakukan kritik terhadap petugas yang melayani konsumsi jemaah. Salah satu contoh dalam pendistribusian makan siang dan makan malam yang punya antrian cukup panjang, sehingga Mantari melakukan protes.

Ketika diingatkan kepada Mantari Zunumar supaya tidak ikut campur dalam urusan tugas orang lain. Baru Mantari Zunumar tersadar setelah disuruh Istiqfar dia menyadari kekeliruannya.

“Ya Allah aku berlindung kepada Mu,” ucap Zunumar.

Menurut Maswar kalau ada Mantari kita terasa ramai dan ada ada saja yang dibicarakannya sebagai bahan diskusi dan tanya jawab seputar dunia kesehatan.

“Emang kami terasa sepi kalau jauh dari Mantari Zunumar, ” ujar Mukhlis Rahman yang juga Walikota Pariaman. (bersambung)