Catatan Tuanku Amiruddin dari Makkah (18): Berkunjung ke Bukit Tsur dan Bukit Nur

Jemaah haji Kota Pariaman yang tergabung dalam kloter 11 Padang mendapatkan bonus dari Mukimin pengusaha ternak pembayaran Dam (denda) bagi Haji Tamatuak, Sabtu (11/8/2018.

Semua jemaah Haji Kota Pariaman membayar Dam atau denda dengan memotong ternak biri biri yang telah dipesan kepada Mukimin pengusaha ternak tersebut.

Setelah menyaksikan pemotongan hewan Dam dan ketika akan kembali ke hotel dibawa mampir ke bukit Tsur, Bukit Rahmah dan Bukit Nur.

Sayangnya jemaah tidak dibawa turun dari bus hanya di atas bus dan pembimbing atau penunjuk jalan menjelaskan kepada jemaah, bahwa pertama kali kita telah berada di Bukit Tsur. Bukit Tsur merupakan tempat bersejarah dimana Nabi Muhammad Saw dikejar oleh Kafir Quraisy. Ketika itulah datang pertolongan Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Nabi Muhammad Saw dengan sahabatnya Abu Bakar di berlindung ke dalam Gua yang disebut dengan Gua Hirak.

Kemudian Bukit Rahmah menjadi sejarah 3 Nabi disitu. Pertama Nabi Adam ketika terlempar keluar dari Surga disitulah dia berdoa dan mengakui kesalahannya kepada Allah SWT dengan sungguh sungguh, sehingga Allah SWT mempertemukan kembali dengan isterinya Siti Hawa.

Kedua mimpi Nabi Ibrahim. Di balik perintah Qurban ada sebuah kisah yang membuktikan kegelisahan beliau beberapa kali bermimpi sebelum melakukan penyembelihan anaknya Nabi Ismail.

“Kala itu dia masih mencari tahu apakah mimpinya itu godaan atau tidak. Nah sadarnya kala itu betul mimpi dari Allah SWT, ya di Jabal Rahmah, ” ujarnya.

Kemudian Nabi Muhammad Saw menerima Wahyu terakhir memberikan dakwah yang menjelaskan kesempurnaan agama.

Selanjutnya Jabal Nur. Gunung bercahaya di Makkah. Para jemaah haji di Makkah Arab Saudi biasanya menyempatkan datang ke Jabal Nur.

Nur berarti bercahaya sebab disinilah Nabi Muhammad pertama kali mendapatkan Wahyu dari Allah SWT. Jabal Nur berada di kawasan Hejaz atau sekitar 7 kilometer dari Masjidil Harram.