Catatan Tuanku Amiruddin dari Makkah (17): Allah Mempertemukan Dua Bersaudara di Ka’bah

Berjanji di depan Ka’bah. Suarni Alif salah seorang jemaah haji Kota Pariaman yang tergabung dalam kloter 11 Padang, berjanji bertemu dengan adiknya Mardiati Alif di depan Ka’bah.

Kedua beradik kakak ini berangkat pergi menunaikan ibadah haji dari kloter berbeda. Mardiati berangkat dari Kloter 1 DKI Jakarta, 19 Juli 2018 masuk asrama haji pondok gede Jakarta dan terbang ke Madinah, 20 Juli 2018.
Mardiati yang pergi dengan suaminya Sutan Mudo Armen selesai melakukan ibadah arbain shalat berjamaah 40 waktu, 28 Juli 2018 dan esoknya tgl 29 Juli 2018 berangkat ke Makkah.

Sementara Suarni Alif dengan suaminya Tuanku Amiruddin pergi menunaikan ibadah haji dengan Kloter 11 Padang masuk asrama haji Embarkasi Kasi Padang, 27 Juli 2018 dan esoknya, 28 Juli 2018 terbang ke Madinah, sampai, 29 2018 waktu shalat subuh.

Artinya di Madinah kedua orang bersaudara ini tidak bisa bertemu. Setelah selesai melakukan ibadah arbain shalat berjamaah 40 waktu, Senin, 6 Agustus 2018 rombongan jemaah haji Kota Pariaman meninggalkan Madinah untuk menuju Kota Makkah.

Setelah sampai di Makkah dan selesai melakukan ibadah Umroh Tawaf mengelilingi Ka’bah Selasa 7 Agustus 2018 waktu shalat subuh. Kemudian setelah melakukan istirahat yang cukup selama satu hari. Kedua bersaudara ini sudah begitu rindu untuk bertemu di Makkah.

Melihat begitu ramainya umat Islam di Masjidil Harram Suarni dengan suaminya Tuanku Amiruddin merasa was-was dan takut tersesat, maklum padatnya jemaah yang masuk ke dalam Masjidil Harram.

Karena Mardiati yang sudah duluan dengan suaminya Sutan Mudo Armen datang di Makkah Al Mukaromah, nampaknya dia sudah banyak mengetahui seluk-beluk di Masjidil Harram.

Untuk bisa bertemu Mardiati mengatakan kepada kakaknya Suarni Alif kami tunggu uniang samo sudah shalat subuh di depan Ka’bah, Rabu (8/7/2018). Setelah selesai melakukan ibadah shalat subuh Suarni Alif terpisah pula dengan suaminya, tetapi karena sudah berjanji di depan Ka’bah. Setelah melakukan komunikasi lewat Whasthap dan Mardiati dengan suaminya meminta foto pintu masuk di depan Ka’bah tidak menunggu lama akhirnya kedua bersaudara ini bertemu di Ka’bah.

Setelah selesai melepaskan kerinduannya lebih kurang setengah jam. Kemudian masing-masing memisahkan diri ketempat penginapan sebagai tempat tinggal selama berada di Kota Makkah.

Mungkinkah sampai musim haji selesai kedua bersaudara ini bisa bertemu kembali melihat makin hari Kota Makkah bertambah ramai oleh umat Islam dari berbagai negara di dunia yang berbeda warna kulit dan postur tubuhnya. Wallahu Alam Bissawab.

Menurut Suarni Alif kita berharap dapat perlindungan dari Allah SWT sehingga bisa sukses dalam melaksanakan ibadah haji. “Walaupun tidak bertemu di Tanah Suci lagi. Insyaallah bertemu di Tanah Air lagi,” ucap Suarni Alif dengan mata berkaca-kaca.