Puluhan Mahasiswa Unand dan Politeknik Berdemo ke DPRD Sumbar

TABLOID BIJAK (Padang)—Puluhan mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dan Politeknik Negeri Padang yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) daerah Sumatera Barat datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), terkait penolakan Presidential Threshold.

“Tiga tuntutan yang ingin kami sampaikan dan berharap ini juga bisa disurati ke presiden dan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aspirasi kami,” ujar Koordinator Aksi BEM-SI Sumbar Faizil Putra, Kamis, 9 Agustus 2018.

Faizil Putra menyampaikan 3 tuntukan tentang Presidential Threshold, pertama menolak dengan tegas ketentuan batas pencalonan presiden karena bertentangan dengan pasal 6 A ayat (2) UUD NKRI 1945 yang menjamin hak setiap partai politik pemilu bisa mengajukan pasangan calon presiden.

Kedua, menolak pasal 9 UU No. 9 tahun 2008 karena tidak berlandaskan asas demokrasi. Ketiga, menegaskan kepada publik bahwa UU pemilu di bahas ini hanyalah kepentingan jangka pendek para pembentuk UU, khususnya partai politik peserta pemilu di DPR dalam menghadapi pemilu 2019.

Faizil Putra juga menyampaikan, dengan harapan kalau tidak bisa diterapkan di tahun 2019, mudah-mudahan bisa diterapkan pada pemilihaan presiden berikutnya.

Selain itu, Sekretaris DPRD Sumatera Barat Raflis menyampaikan, ketua dan anggota DPRD lagi tidak ada dikantor.

“Saya hanya bisa menerima saja, dan nanti akan saya sampaikan kepada ketua DRPD Sumbar mengenai aspirasi tersebut,” ujar Raflis. (fardi)