Catatan Tuanku Amiruddin dari Makkah (15): Jangan Samakan Perjalanan Haji dengan Wisata

Jemaah haji Kota Pariaman yang tergabung dalam kloter 11 Padang, mendapatkan pengarahan dari Ketua Kloter 11, Hendri Yazid tentang rangkaian kegiatan selama berada di Tanah Suci Makkah. Terutama jelang berangkatan ke Arafah sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji, Rabu (8/8/2018).

Menurut Hendri Yazid, perjalanan ibadah haji adalah ibadah kepada Allah SWT dan jangan disamakan dengan perjalanan wisata. Perjalanan ibadah haji di butuhkan kesadaran kesabaran dan keikhlasan.

“Perbanyak menahan diri dari keinginan untuk harus dilayani tetapi berusaha untuk mandiri,” ujar Hendri Yazid.
Pada kesempatan itu Tim Pembibing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) H. Muhammad Nur menerangkan tentang kesempurnaan ibadah Umrah yang baru selesai dilaksanakan. Bagi yang merasakan ada pelanggaran selama proses Ibadah Umrah diwajibkan bayar denda (Dam).

“Yang mengetahui adanya pelanggaran dilakukan selama Tawaf mengelilingi Ka’bah dan Sa’i Safa Marwa, masing-masing pribadi jemaah,” tutur Muhammad Nur.

Kemudian bagi yang kepengin untuk menyempurnakan ibadah Umrah dengan mengulang kembali mikat di luar Kota Makkah, diminta untuk mendaftar kepada ketua regu masing-masing.

Atau mungkin ingin membadalkan Umrah orang tuanya, mumpung ada waktu dan kesempatan, jangan sampai ada penyesalan setelah sampai di Tanah Air nantinya.

“Untuk pergi ke Tanah Suci Makkah membutuhkan biaya yang banyak dan tidak semua orang bisa pergi,” tukuk Muhammad Nur.

Acara pembinaan jemaah haji Indonesia dilakukan di hotel tempat menginap. Untuk selanjutnya akan di adakan setiap hari Rabu dan Sabtu. (bersambung).