Kinerja BNNK Pasaman Barat Patut Dicungkan Jempol

BIJAKONLINE.COM (Pasaman Barat)—Masyarakat Pasaman Barat (Pasbar) acungkan jempol terhadap kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasbar, Pasalnya, walau terhitung bulan BNNK terbentuk di kabupaten itu, namun berkat kerja keras mereka sudah membuah kan hasil yang memuaskan.

“Inilah yang harus kita apresiasi dan patut di acungkan jempol, walau baru terbentuk namun sudah membuahkan hasil yang memuaskan tuk Pasaman barat ini,” kata Masyarakat Pasbar diantaranya Justila (45)dan Zubir (36).

Sementara pada media Bijakonline.com, Kepala BNNK Pasbar, Irwan Efendy, membenarkan, kalau mereka telah melakukan penangkapan pengedar sabu di Simpang Tigo, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.

“Benar kita telah melakukan penangkapan terhadap pengedar sabu. Penangkapan dilakukan setelah lima hari petugas BNNK Pasbar dan BNNP Sumbar melakukan pengintaian di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) mendapat informasi dari masyarakat seringnya terjadi transaksi narkoba di wilayah itu sehingga melakukan pemgintaian,” katanya.

Dikatakan, kerjakeras yang mereka lakukan merupakan gabungan BNNK Pasbar bersama BNNP Sumatera Barat (Sumbar) hinga melakukan operasi Kamis 2 Agustus 2018 lalu sekira pukul 21.30 Wib membuahkan hasil, tersangka P (34) merupakan warga Simpang Tigo, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, dari tangan tersangka berhasil di amankan bersama Barang Bukti (BB) berupa paket Sabu yang sudah di kemas.

Tersangka merupakan target operasi peredaran narkoba di wilayah tersebut, petugas melakukan penangkapan tersangka di depan rumahnya sendiri saat akan mengedarkan barang haram, tersangka sempat kabur namun berhasil diamankan dengan barang bukti Sabu yang belum terjual.

Alhasil tersangka dan barang bukti berupa benda kristal yang diduga narkotika jenis sabu didalam Kotak stapler yg berisikan 2 bungkus paket sedang Sabu, 1 bungkus sedang Sabu (TR awal), 9 paket kecil Sabu di saku baju bagian depan, Uang sebesar Rp.2,9 juta, 1 buah timbangan digital, 1 buah bong. Akibat perbuatannya tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Ia berharap agar seluruhnya dapat berperan aktif para orangtua, ninik mamak dan masyarakat lainnya dapat memberikan informasi apabila melihat dan mengetahui adanya aktifitaa terlarang tersebut, karena tanpa ada kerjasama mustahil mereka dapat memantau seluruhnya.

“Kita berharap masyarakat dapat bekerjasama agar selalu melaporkan jika melihat maupun mendengar adanya tran saksi maupun peredaran narkoba di wilayah mereka,” katanya. (Arafat