Catatan Tuanku Amiruddin dari Madinah (9): Ketemu H Zainal Pengusaha Bakso Karawang di Madinah

Zunumar jemaah haji Kota Pariaman, kalau di kampung akrab disapa dengan Mantari, berjumpa dengan pengusaha makanan Bakso Sidoel Karawang, H. Zainal (53) tahun di Kota Madinah, Sabtu (4/8/2018).

Dari pembicaraan Mantari dengan Zaenal, putra Madura Jawa Timur Indonesia ini, telah merintis usaha dagang Bakso di Madinah sejak tahun 2006 lalu.

Menurut Zaenal mulai dari harga 5 riyal kini telah menjadi 14 riyal perporsinya. Zaenal buka usaha dagang Bakso di hotel berbintang dengan menyewa restoran hotel tersebut selama musim haji 45 hari dengan sewa 80 ribu riyal dan apabila dirupiahkan sekitar Rp 300 juta rupiah.

Laki laki yang telah menjadi Mukim di Madinah ini buka pada 2 tempat di hotel depan masjid Nabawi kontrak tempat usaha Bakso 300 ribu riyal selama 45 hari.

Jika dirupiahkan berkisar 1,2 miliar. Untuk melancarkan usaha nya Zaenal dibantu dengan tenaga kerja sebanyak 23 orang yang di datangkan dari Madura dengan gaji 120 riyal setiap hari selama 45 hari kerja mereka menerima upah Rp 15 s/d 20 juta perorang.

Setelah habis musim haji Zaenal buka usaha restoran jualan nasi kerja sama dengan travel umroh
Zaenal mengakui dia tidak mengikutkan isterinya untuk berusaha di Madinah.

“Apabila saya rindu dengan keluarga bisa pulang ke Indonesia sekali 3 bulan,” ujar Zaenal. Kata Zaenal, tenaga kerjanya pun sudah ada yang menjadi Mukim di Madinah, bahkan ada juga yang membawa keluarga nya ke Madinah.
Bahan bahan Bakso, seperti daging sapi dan alat lain Zaenal membelinya di Jeddah.

“Disini banyak yang jual tidak sulit untuk mendapatkan nya,” tutur Zaenal.
Menurut Zaenal jemaah haji Indonesia yang kepengen mencicipi masakan pedas untuk membuka selera bisa mampir ke Bakso Sidoel Karawang. (bersambung)