Syafri Tak Nyaman Caleg di PKB Sumbar Mantan Ketua Hanura Dapat Nomor 2, Waka PKB Sumbar Nomor 5

Foto: Wakil Ketua DPW PKB Sumbar Syafri.

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)—Calon anggota legislatif (caleg) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syafri yang didaftarkan DPW PKB Sumbar di Daerah Pemilihan Sumbar 2 (Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman) ke KPU Sumbar merasa kurang nyaman. Pasalnya, dirinya ditempatkan diurutan 5, sedangkan H.Dedy Edwar, SE, MM pendatang baru di PKB langsung ditempatkan diurutan 2.

“Saya memang merasa tidak nyaman dengan daftar Caleg PKB Sumbar di Dapil 2 tersebut. Masak, saya sebagai Wakil Ketua DPW PKB Sumbar ditempatkan di No. 5. Sementara Dedy Edwar yang lompat dari Partai Hanura Padang Pariaman langsung dapat No. 2. Ini ada apa antara Dedy Edwar dengan Ketua DPW PKB Sumbar Febby Dt. Bangso,” kata Syafri, Rabu (1/8) di Pariaman.

Sebagaimana rekapitulasi hasil verifikasi dokumen syarat calon bakal calon anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat Pemilu tahun 2019, nama caleg yang didaftarkan DPW PKB adalah di urutan (1) Firdaus, SHI, (2) H.Dedy Edwar, SE, MM, (3) Hartini Zahar, S.Pd, (4) Suhery, (5) Syafri, (6) Eva Wardani dan (7) Drs. Ali Nusir.

Dikatakan Syafri yang kini anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman dari PKB, sebelumnya sudah diinformasikan bahwa dirinya bakal ditempatkan di No.2. Sehingga diberbagai kesempatan bersosialisasi sudah disampaikan bahwa nomor partainya 1 (PKB) dan nomor urut 2. “Ternyata setelah keluar rekapitulasi dan daftar nama tersebut, ditempatkan di No. 5. Ini tidak saja melemahkan semangat sebagai kader, tapi juga pemilih (pendukung) saya juga bakal berpengaruh,” kata Syafri menambahkan.

Syafri juga mengungkapkan, jika alasan Ketua DPW PKB menempatkan Dedy Edwar melihat perolehan suaranya pada Pemilu 2014 yang mencapai 7.937, perlu dianalisis lebih dalam. Kondisi dulu dengan sekarang beda. “Apalagi saya juga memiliki hubungan emosional dengan bakal calon pemilih/pendukung Dedy Edwar. Dulu saya hanya caleg Padang Pariaman. Tentu dukungan boleh jadi diberikan kepada Dedy Edwar. Tapi sekarang saya maju ke Propinsi (DPRD Sumbar), sehingga dukungannya belum diberikan kepada Dedy Edwar, melainkan pada saya,” kata Syafri.

Menurut Syafri, semula masih tetap maju di Kabupaten Padang Pariaman. Namun dirinya bersama Ali Nusir ditolak DPC PKB Padang Pariaman mendaftar. “Sebagai anggota DPRD PKB, saya tentu harus tetap mencaleg. Walaupun harus naik kelas ke tingkat propinsi,” kata Syafri.

Wakil Ketua DPC PKB Padang Pariaman Armaidi Tanjung, Kamis (2/8), menyebutkan kehadiran Dedi Edwar di PKB yang terlalu dianak-emaskan Ketua DPW PKB sehingga menyingkirkan kader sendiri mungkin bertujuan untuk mendokrak suara PKB di Dapil 2 ini. Bahkan Sekretaris DPW PKB menyebutkan Dedy Edwar rekomendasi Sekjen DPP PKB, Abdul Karding. Namun bisa malah menurunkan perolehan suara caleg PKB sendiri. Kader yang sudah berjuang dan turut membesarkan PKB, langsung didepak. “Penempatan nomor urut caleg kader dengan non kader pun tidak menjadi pertimbangan sehingga wajar Syafri merasa kecewa,” kata Armaidi Tanjung.

Dibagian lain Armaidi menyebutkan, Syafri dan Ali Nusir tidak pernah memasukkan berkas pencalegan ke DPC PKB Padang Pariaman. Selain keduanya, Syafrinaldi anggota DPRD Padang Pariaman dari PKB yang juga Bendahara DPW PKB Sumbar, sebelumnya dianggap ditolak DPC PKB Padang Pariaman. “Nyatanya, Syafrinaldi mengikuti prosedur pendaftaran ke DPC PKB, diterima dan kembali maju di DPRD Kabupaten Padang Pariaman. Padahal itu satu Dapil dengan Ketua DPC PKB Zulhelmi. Harapan DPC PKB Padang Pariaman, dengan diterimanya Syafrinaldi, saya Wakil Ketua DPC Padang Pariaman juga diterima di DPW PKB. Nyatanya, saya tetap ditolak dan disingkirkan ke Pariaman Utara,” kata Armaidi santai.