Pembangunan Masjid Terapung di Kota Pariaman Dimulai

TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)—Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Terapung Kota Pariaman diharapkan sebagai ikon wisata Kota Pariaman tingkat Provinsi Sumatera Barat, dimulai yang ditandai dengan pemancangan Senin (2/7/2018) di Kawasan Pasir Pauh Kota Pariaman.

 

Pemancangan tonggak perdana ini juga ditandai penandatanganan prasasti oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dilokasi Pembangunan Masjid Terapung tersebut, disaksikan Asisten Administrasi Umum Nasir Ahmad Mewakili Gubernur Sumbar, Wawako Genius Umar, Muspika dan Muspida Pariaman, Pimpinan BUMN/BUMD, Kepala OPD, Camat dan Kepala Desa/Kelurahan se-Kota Pariaman.

 

Mukhlis Rahman harapkan keberadaan bangunan masjid ini nantinya dapat membawa perubahan lebih baik lagi bagi masyarakat Kota Pariaman dan sekitarnya. ” Karena untuk membangun Masjid Terapung ini memerlukan biaya cukup besar tidak mungkin dibangun dalam waktu satu tahun, akan tetapi butuh waktu beberapa tahun untuk mengerjakannya mengingat pembiayaannya bersumber dari APBD Kota Pariaman, termasuk juga mengenai perizinannya melalui rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Sumbar,” tutur Mukhlis.

 

Pada kesematan itu Mukhlis Rahman, berharap pasangan Genius Umar – Mardison Mahyuddin dapat melanjutkan pembangunan masjid ini sampai selesai, sehingga pada HUT Kota Pariaman bangunan Masjid ini selesai, Genius Umar dapat Meresmikan Pembangunan pemakaian Masjid Terapung Kota Pariaman ini.

 

Asisten Administrasi Umum Nasir Ahmad Mewakili Gubernur Sumbar bangunan Masjid ini bukan saja untuk ibadah tetapi Pusat pendidikan dan pengembangan islam, perkembangan ekonomi karena akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Sumbar yg menganut sistem Adat basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah. Nasir Ahmad berharap bangunan Masjid Terapung yang akan menjadi sebagai Ikon Kota Pariaman dalam Provinsi Sumbar ini tidak hanya dibangun melalui APBD, namun dukungan pihak lain dalam mendukung percepatan pembangunan secara bergotong royong baik yg diranah maupun yang dirantau.

 

” Jangan sampai masjid ini dibangun ditingkatkan kwalitasnya saja, tapi mari kita bangun juga kwalitas dari sumber daya manusia, khususnya generasi muda sendiri yg juga menjadi kewajiban pemerintah dan pelaku kepentingan dalam mencapai manfaat dari masjid itu sendiri,” tutupnya.[ph/amir]