Sekda Sumbar Tegaskan Bom Bunuh Diri Perbuatan Sesat

BIJAK ONLINE (Padang)—-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat Ali Asmar, dengan kasus bom Surabaya sebagai konteks, menegaskan bahwa bom bunuh diri dalam rangka menuju syahid adalah sesat.

“Sesatnya saketek sajo, bapak dan ibu, pada pemaksaan jihad syahid atau mati syahid,” ujar Sekada Sumbar Ali Asmar nya saat memberikan kata sambutan pada acara Silaturahmi Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Masjid Rahmah, Koto Hiliang, Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (8/6).

Menurt Sekda, agama Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Dengan demikian, mengejar syahid dengan menyegerakan kematian menggunakan bom yang merusak infrastruktur publik dan menyebabkan kematian bagi sesama muslim atau orang-orang yang tidak memerangi Islam, justru bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.

“Jadi menurut paham itu, mati syahid memang harus diupayakan. Bagaimana? Mati dulu. Bagaimana supaya cepat mati? Pakai bom. Dengan bom, lalu terjadilah bunuh diri. Bunuh diri itu sesat. Lalu bagaimana mau masuk surga?” imbuh Ali Asmar.

Menggunakan konteks yang sama, sesuai hasil sambungan langsung jarak jauh antara Kapolri beserta jajarannya dengan gubernur bersama Forkopimda Provinsi Sumbar, Ali Asmar mengimbau agar masyarakat Sumbar jangan lengah, senantiasa waspada, dan bekerjasama menjaga serta mengamankan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Banyak yang disampaikan, namun ndak seluruhnyo bisa disampaikan di siko. Intinyo, kito jangan lengah dengan rencana2 urang di luar sepengetahuan awak. Karano itu, mari kito samo-samo jago kampuang kito,” ajaknya.

Peran masyarakat ini, sambungnya, dapat diwujudkan antara lain dengan memperkuat ikatan dan keakraban dengan tetangga di lingkungan masing-masing, menegakkan ketentuan wajib lapor 1×24 jam bagi tamu atau pendatang baru, serta segera melaporkan orang asing yang melakukan aktifitas mencurigakan kepada aparat penegak hukum.

“Jadi tidak perlu cemas. Pihak keamanan sudah disiagakan baik di tempat keramaian maupun di rumah ibadah. Mari samo-samo kito jago kampuang kito,” imbaunya.

Senada dengan Ali Asmar, Sekda Kab. Tanah Datar Hardiman pada kesempatan yang sama mengajak masyarakatnya untuk waspada menjaga lingkungan masing-masing, terutama menjelang akhir Ramadan saat kampung-kampung ramai oleh perantau yang mudik untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

“Kito harus tetap waspada. Bisuak parantau-parantau kito pulang. Nda tatutuik ado urang yang manggunoan momen iko. Untuak itu, kami minta masyarakat untuk maneleang-maneleangan talingo, kok ado urang baru, cari tau. Kok nda jaleh dan mencurigakan, lapor se ka Polsek,” ujarnya. (rel/fardi)