Wabup Pasaman Gerah atas Nilai UNBK Tingkat SMP Pasaman Paling Buncit di Sumbar

TABLOIDBIJAK,COM (Pasaman)—Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama gerah atas perolehan nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP Kabupaten Pasaman yang berada diposisi paling buncit di Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2018.

Atos Pratama langsung mempertanyakannya kepada Sekretaris Dinas Pendidikan dan Budaya Pasaman, Ali Yusri di hadapan puluhan pejabat Pemkab Pasaman (Rabu 30 Mei 2018.)

“Pak Ali Yusri Tolong jelaskan kenapa nilai ujian UNBK siswa SMP Pasaman rengking 18 dari 18 kabupaten kota yang ikut di sumbar,” kata Atos Pratama di Gedung Syasiar Taib Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman, Ali Yusri menyebut, melorotnya nilai UNBK siswa SMP di Kabupaten Pasaman karena para siswa belum siap dan mampu mengikuti ujian dengan sistim komputer tersebut. Buktinya katanya, nilai Uijian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) Pasaman rengking enam di Sumbar.

“Siswa kita belum siap mengikuti ujian sistim komputer. Buktinya berbanding terbalik dengan hasil nilai UNKP Pasaman yang kita dapat peringkat enam dari 19 kabupaten/kota di Sumbar” ujar Ali Yusri.

Menurut Ali Yusri, tahun 2018 ini siswa yang mengikuti UNBK di Pasaman sekitar 300 an siswa dari tiga sekolah, yakni SMP 1 Rao Selatan, SMP 2 Padanggelugur dan SMP 1 Duokoto.

“Peringkat 18 ini kita akui, dan ini akan menjadi perbaikan kita di tahun berikutnya,” katanya.

Pelaksanaan UNBK tahun ini tiga ratusan siswa di Pasaman menumpang ditiga sekolah SMK terdekat. Alasannya, sekolah di tingkat SMP di Pasaman belum satu pun yang memiliki fasilitas komputer lengkap.

“Sehingga anak-anak kita memiliki beban psikologis, karena melaksanakan ujian di sekolah lain dan bukan di sekolahnya sendiri. Ini keprihatinan bagi kita semua,” ungkap Ali Yusri.(Fauzan)