Masyarakat Dhamasraya Berunjuk Rasa di Incasi Raya

BIJAK ONLINE (Padang)–Ratusan masyarakat dari kaum melayu tangah balukau dalam melakukan unjuk rasa menuntut hak tanah ulayat mereka kepada Incasi Raya, Senin, 14 Mei 2018.

Unjuk rasa yang berlansung sekitar pukul 08.30 WIB berlansung damai dan tertib, dengan yelyel Allahuakbar, Allahuakbar.

Adapun kronologis sengketa tanah ulayat kaum melayu tangah balukau dalam dengan PT. Bina Pratama Sakato Jaya.

Pada tanggal 6 Maret 1993 kami Ahmad Kosasi Z.A. selaku Datuk Saiko Dirajo Kaum Melayu Tangah Balukau Dalam, membuat perjanjian / kesepakatan dengan PT. Bina Pratama Sakato Jaya. Perjanjian / kesepakatan tersebut tertuang dalam surat perjanjian pernyataan dan kesepakatan antara PT. Bina Pratama Sakato Jaya Incasi Raya Group Padang dengan kaum / suku melayu tangah DT. Saeko Dirajo Balukau Dalam-Timpeh, tanggal 5 Maret 1993.

Dalam perjanjian tersebut kami selaku pihak pertama sepakat untuk menyerahkan sementara waktu kepada PT. Bina Pratama Sakato Jaya selaku pihak kedua sehamparan tanah ulayat kaum melayu tangah yang terletak di Batang Usau Ketek, Batang Usau Gadang, Batang Lalo, Batang Pagean Balukau Dalam Timpeh dengan batas-batas sebagai berikut.

Sebelah utara yaitu Lahan Usaha I dan II Transmigrasi Timpeh IV dan V, sebelah selatan yaitu Batang Pagean, Muaro Lalo, Muaro Usau, sebelah barat yaitu Batang Udau Gadang, Batang Usau Ketek dan Anak air yang jatuh kepadanya, sebelah timur yaitu Tanah kaum suku Melayu Tangah, Lahan Usaha I dan II Transmigrasi SP3-Timpeh II.

Dahulu letak tanah tersebut masuk dalam wilayah Kecamatan Perwakilan Pulau Punjung, Kabupaten Sawahlunto Sijunjuang, namun karena pemekaran tanah tersebut saat ini masuk ke dalam wilayah Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dhamasraya, Provinsi Sumatera Barat.

Tanah tersebut kami serahkan kepada PT. Bina Pratama Sakato Jaya untuk dibangun kebun kelapa sawit, rumah karyawan, pabrik kelapa sawit dan lainya tanpa ganti rugi atau imbalan apapun sampai dengan tanggal 5 Maret 2013. Dan setelah tanggal tersebut PT. Bina Pratama Sakato Jaya wajib mengembalikan tanha tersebut beserta segala sesuatu yang ada diatasnya kepada kami Kaum Melayu Tangah Balukau Dalam, namun kenyataanya meskipun batas waktu pengembalian tanah tersebut telah berakhir, namun PT. Bina Pratama Sakato Jaya belum juga mengembalikan tanah ulayat kaum kami.

Untuk mendapatkan kembali hak kami atas tanah ulayat tersebut, kami telah berusaha untuk menemui pimpinan PT. Bina Pratama Sakato Jaya namun hingga kami belum berhasil menemui pimpinan PT. Bina Pratama Sakato Jaya dengan berbagai macam alasan, sehingga kami melaporkan tindakan PT. Bina Pratama Sakato Jaya ke POLDA Sumatera Barat (Laporan Polisi Nomor : LP/291/XI/2017SPKT, tanggal 15 November 2017) dan sekarang dalam proses pemeriksaan.

Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan cara baik-baik tanpa merugikan hak-hak kaum kami. Dan kaum kami belum pernah melepaskan tanah ulayat tersebut kepada siapapun termasuk kepada PT. Bina Pratama Sakato Jaya untuk mai berharap PT. Bina Pratama Sakato Jaya segera mengembalikan tanah ulayat kami beserta segala sesuatu yang ada diatas tanah tersebut beserta hasil atas pemakaian tanah tersebut semenjak tanggal 6 maret 2013 hingga saat ini kepada kami. *Sementara pihak Incasi Raya belum dapat dihubungi