Fardianto : Saya Ingin Jadi Sarjana UIN Imam Bonjol Padang

“Bantinglah otak untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya guna mencari rahasia besar yang terkandung di dalam benda besar yang bernama dunia ini, tetapi pasanglah pelita dalam hati sanubari, yaitu pelita kehidupan jiwa.” ( Al- Ghazali )

Tidak ada batasan waktu untuk menuntut ilmu. Oleh karena itu, manfaatkan waktumu untuk bisa mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Sesungguhnya orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang tinggi akan membuat hidupnya lebih berguna.

Ketahuilah bahwa menuntut ilmu dalam Islam merupakan ibadah yang paling agung dan utama. Bahkan Allah akan memudahkan jalan kita ke surga, jika kita menempuh jalan untuk menuntut ilmu. Allah sangat mencintai orang-orang yang menuntut ilmu dan orang yang berilmu yang didasarkan atas iman akan diangkat derajatnya oleh Allah.

Bertitik Kata-kata hikmah ini menjadi inspirasi bagi saya dalam mengarungi lembah kehidupan di Kota Padang.

Sebagai anak Nagari Tarusan Setara Nanggalo Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, saya memberanikan diri merantau ke Kota Padang dan tinggal dirumah adiak kandung orang tua laki-laki, Yusrianto dan kemudian saya diperkenalkanya dengan Pemimpin Redaksi TabloidBijak.com Yal Aziz.

Singkat cerita, saya langsung belajar dengan Yal Aziz bagaimana menulis berita sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik hanya hitungan minggu saja dan saya langsung ditugaskan untuk mangkal di Kantor Gubernur Sumbar dan berkenalan dengan Kabiro Humas Pemprov Sumbar, Jasman Rizal.

Singkat cerita, saya langsung belajar dengan Pimred Tabloid Bijak, Yal Aziz tentang bagaimana cara menulis berita yang baik dan sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Tak disangka dan dinyana, hanya dengan hitungan minggu saja, saya langsung ditugaskan mangkal di Kantor Gubernur dan berkenalan dengan Kabiro Humas Jasman Rizal.

Saya pun tidak menduga bisa bertemu dan berkenalan dengan wartawan-wartawan senior yang sudah malang melintang di dunia pers Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, seperti Yose dari Harian Singgalang, Ishaq dari Haluan, Boby dari Koran Padang, Perdana Putra dari Metro Andalas, Mul dari Rakyat Sumbar, Ayu dari Padang Ekspres, Asra dari Tabloid Indonesia Raya, Riki Jawa Pos Grup, Sapto Republika, Miko Kantor Berita Antara, Joni Klik Positif, Noli Cendana News, Faidil dari Covesia. Semua nama senior yang saya sebutkan ditas, juga banyak enangan dan pengalaman bisa bergabung dengan para wartawan senior tersebut.

Selain itu, dijajaran Kabiro Humas Jasman Rizal, saya juga berkenalan dengan jajarannya, seperti Kabag Penyelenggara Informasi Pimpinan, Zardi Syahrir, SH, MM, Kasubag Liputan Fadhli Junaidi, S.STP, Kasubag Dokumentasi Sabarniati, SE, Kasubag kerjasama media Dian Mayasari, S.STP, dan yang paling dekat dengan saya Fotografer Humas Syamsurizal.

Khusus Syamsurizal yang merupakan senior di Humas Pemprov Sumbar, juga punya kesan dan kenangan tersendiri bagi saya dalam menjalankan provesi sebagai wartawan yang ditugaskan di Rumah Bagonjong tersebut. Mungkin karena usia saya baru 19 tahun dan saya dianggap sebagai anaknya.

Kesan lain dekat dengan Syamsurizal, saya diberikanya butiran-butiran ilmu dan saya diajak pergi meliput kegiatan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno dan Nasrul Abit ke berbagai daerah.

Seperti berpergian dengan Gubernur Sumbar irwan prayitno meliput kebakaran Pasar Atas di Kota Bukittinggi, Senin, 30 Oktober 2017 lalu, dan ddengan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meliput ke Mentawai, 18-20 April 2018, dan keberbagai daerah lainya.

Selain bertegur sapa di kantor Gubernur Sumbar, saya pun sering juga di ajak kerumahnya dan dikenalkan sama istri dan anaknya dan mereka sekeluarga juga baik kepada saya, sampai saya makan dan tidur di rumah Syamsurizal, serta saya diajak untuk bermain sepeda ke Gunung Padang sorenya, dan begitu setiap tidak ada kerjaan atau waktu kosong, sampai saya bermain sepeda ke acara Tour de mandeh (TdM) 1 Mei 2018 dengan rute Lantamal, Bukit Lampu, Bungus, Sungai Pisang, Sungai Pinang, Sungai Nyalo, Kawasan Mandeh, Puncak Mandeh, Tarusan, Perbatasan Pesisir Selatan, Bungus, Bukit Lampu, Lantamal Finist.

Selain mengingatkan saya tentang pekerjaannya, Syamsurizal juga selalu membimbing saya serta selalu mengingatkan saya untuk Sholat lima waktu, dan mulai saat itu saya merasa dekat bahkan dekat sekali, bersamanya saya merasa bersama ayah kandung saya karena sifatnya kepada saya sama seperti ayah.

Yang tak kalah hebat dan indahnya sebuah kenangan, saya juga di tugaskan oleh pimpinan redaksi menemui Kasubag Publikasi Taf Chaniago yang juga pimpinan redaksi ImpianNews.com.

Setelah bertemu dan berkenalan, ada juga kesan yang membuat saya senang, yaitu saat pertama jumpa saya ditraktir makan siang di sebuah warung nasi yang berada disekitar perkantoran Walikota Padang.

Pada pertemuan tersebut saya juga diberikan butiran- butiran ilmu, baik masalah kinerja humas Kota Padang, saya juga diberikan pengetahuan bagaimana meliput berbagai kegiatan. Jadi berkenalan dengan Taf Chaniago suatu yang berkesan dan menyenangkan.

Kemudian di rumah pimpjnan redaksi, saya juga diperkenalkan dengan beberapa wartawan sonior seperti Jhon Edwar Rony, Novermal Yuska, Syaf Buya, Yuarman, Delvi Nesti, dan pimpinan media seperti Surya.

Menariknya lagi, saya pun bersempatan berkenalaan dengan Esneti penggiat dan pelaku olahraga, Esneti si Ratu dayung. Bahkan saya diberi kesempatan melakukan wawancara dengan pelatih FAJI Kota Padang, Fredi

Bermodalkan pengalaman itu saya dianjurkan oleh pimpinan redaksi untuk melanjutkan kuliah keperguruan tinggi. Dan setelah saya renungkan, akhirnya saya berkesimpulan untuk mendaftar di UIN Iman Bonjol Padang untuk bisa menjadi mahasiswa UIN ini saya dibantu oleh mantan Kanwil Kemenag Sumbar, Salman K Memet, yang sekarang menjadi salah seorang kepala biro di UIN Imam Bobjol Padang dan juga mencalonkan diri untuk bisa menjadi anggota DPD RI.

Kini yang terbayang di dalam pemikiran saya bagaimana saya bisa menjadi mahasiswa UIN yang punya prestasi yang sejalan dengan prefesi saya di media TabloidBijak.com.

Khusus di perusahaan Tabloid Bijak, saya selalu berkomunikasi dengan Sendu Armi yang banyak memberikan pengetuan bagaimana membuat pembukuan yang baik, laporan keuangan yang baik dan juga Sendu Armi ini serjana Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas Padang.

Sebagai komputer, Sendu Armi juga memberikan ilmunya dengan saya yang berkaitan dengan komputer. Kini, saya sudah bisa mengotak-atik komputer untuk membuat berita. Kalau dulu saya menulis berita hanya dengan handphone dan kini sudah menggunakan komputer.

Terkahir, melalui tulisan ini perkenankanlah saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada wartawan-wartawan senior yang sudah saya anggap kakak dan abang. Begitu juga dengan jajaran Humas Pemprov Sumbar. Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada Bang JER, Bang Novermal dan Bang Surya, Bang Buya, Bang Ce. (Fardianto)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *