Perkembangan Koperasi Unit Desa di Sumatera Barat Memprihatinkan

TABLOIDBIJAK.COM (Padang)—Asisten II Kantor Gubernur Sumatera Barat, Syafruddin, mengatakan prihatin melihat perkembangan Koperasi Unit Desa (KUD) di Sumatera Barat. Pasalnya dari 333 buah KUD hanya 84 KUD yang aktif dan sisanya, sudah pasif tidak mampu lagi menggerakan usahanya.

Hal itu disampaikan Syafruddin, dalam membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke 43 Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Sumbar, Rabu (25/4/2018) malam, di Hotel Daima Padang.

Menurut Syafruddin, Pengurus Koperasi harus bangkit dari harus berani berbuat mencari terobosan-terobasan baru dengan melakukan kerjasama dengan berbagai lembaga ekonomi. Selama ini Koperasi itu sifatnya banyak bertahan, ada tetapi tidak terlihat dan tidak mau belajar, sementara zaman sudah maju, sudah banyak perubahan.

“Pengurus dan Pengawas harus punya komitmen untuk kemajuan ekonomi anggota dan masyarakat, harus banyak belajar dan berani meroformasi diri dengan memberikan kepada generasi muda pimpinan usahanya,” ujar Syafruddin.

Wakil Ketua Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat, Dr. H. Mirwan Pulungan, memberikan Apresiasi kepada Pengurus Puskud Sumatera Barat yang mampu mengangkatkan acara RAT di hotel berbintang, artinya Puskud bisa dikatakan Koperasi sehat.

“Tanda koperasi itu sehat, mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) setiap tahun sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan undang-undang koperasi,” ujar Mirwan memberikan semangat.

Direktur Minangkabau Bussines School and Enterpreneurship Center (MBS-EC) Prof. Dr. H. Helmi mengatakan, siap bekerjasama dan membantu Pusku Sumatera Barat, untuk memajukan perekonomian masyarakat dengan mengaktifkan kembali Koperasi Unit Desa (KUD) pada setiap nagari yang tersebar di kabupten/kota di Sumatera Barat.

Disampaikan Helmi, Minangkabau Business School And Entrepreneurship atau Sekolah Dagang Minang hadir dari gagasan bersama-sama lalu bersinergi bersama bak kata urang Minang “basamo mako manjadi”. Kehadirannya tak lain dan tak bukan untuk kemajuan ekonomi Sumatera Barat.

Menurut Helmi, secara historis masyarakat Minangkabau mempunyai budaya kewirausahaan dan sudah dikenal sebagai pelaku bisnis perdagangan (saudagar), yang melakukan aktifitas bisnis baik di Ranah Minang/Sumatera Barat, di berbagai lokasi di Indonesia, maupun di luar negeri.

Peran bisnis yang dimainkan juga beragam mulai daripedagang/saudagar/pelaku ritel, distributor, dan produsen.
Dengan perjalanan waktu, peran-peran tersebut mulai tergerus dan melemah disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya persaingan di era globalisasi dan sistem pendidikan yang cenderung menghasilkan lulusan yang belum siap pakai termasuk di bidang bisnis.

Ketua Induk Koperasi Indonesia (Inkud) Herman Untung, mengatakan, Puskud Sumbar dari 31 buah Puskud di Indonesia, yang ke 5 melaksanakan RAT, artinya Puskud Sumbar, perkembangannya masih terbilang baik dari Puskud yang lain.

Ketua Puskud Sumbar, H. Thamrin Basyar, dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan RAT meruapakan salah satu kewajiban bagi pengurus menyampaikan laporan pertanggung jawaban terhadap pelaksanaan program kerja dan pelaksanaan rencana anggaran pendapatan dan belanja yang telah disyahkan anggota dalam rapat program. (amir)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *