Sekda Pessel Erizon Tegaskan Pelajar Untuk Jauhi ‘Narkoba’

BIJAK ONLINE (PAINAN)-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesisir Selatan, Erizon menegaskan pada para siswa sekolah untuk tidak bersentuhan dengan narkoba.
Menurutnya, narkoba merupakan salah satu musuh terbesar dan nyata negara. Apalagi, saat ini, Presiden Joko Widodo telah mendeklarasikan perang dengan narkoba.
“Nah, jelas. Narkoba harus kita jadikan musuh bersama,” tegasnya pada bijak online di sela-sela pembukaan Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba Bagi Pelajar SLTA di SMKN 1 Negeri Painan, Senin (10/4).
Kegiatan sosialisasi dihadiri Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rinaldi. Kepala Satuan Narkoba Polres Pesisir Selatan, AKP. Indra Sonedi.
Acara juga dihadiri Kepala SMKN 1 Painan, Evy Fitriana, sebanyak 75 siswa-siswi di SMK dan sejumlah aktivis anti narkoba di Pesisir Selatan.
Sebuah negara bisa hancur gara-gara narkoba. Bahkan, kerajaan Inderapura bisa mengalahkan Aceh pada 1570. Tapi akibat dipasok narkoba, akhirnya Kerajaan Inderapura kalah dengan Aceh.
Untuk itu, lanjut Sekda, para siswa harus mencamkan dalam dirinya agar tidak bersentuhan dengan narkoba dalam bentuk apapun. 
Sebab, segala sesuatu tergantung pada diri sendiri. Sekali katakan tidak pada narkoba, tetap katakan tidak.
“Saya pernah baca buku presiden Mesir. Sebagai anak petani, ia camkan pada dirinya untuk jadi Marsekal. Cita-citanya tercapai berkat tekad dalam dirinya,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Kesbangpol, Rinaldi menyampaikan kegiatan sosialisasi guna menekan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda Pesisir Selatan.
Kegiatan bakal dilakukan di 30 SLTA yang ada di negeri berjuluk ‘sejuta pesona’ itu. “Dengan kegiatan ini, kami harapkan target itu bisa tercapai,” kata dia.
Selain itu, ia menambahkan, tahun ini pemerintah daerah juga bakal membentuk organisasi Sopan (Solidaritas Siswa Anti Narkoba). 
Sementara, Kepala Kepolisian Resor Pesisir Selatan, AKBP. Ferry Herlambang, mengungkapkan hingga triwulan I 2018, narkoba merupakan kasus terbanyak di daerah itu.
“Makanya kami selalu melakukan upaya prefentif. Jika tidak, baru kami lakukan tindakan represif,” tutup dia. (teddy setiawan)