Perlu Ada Kajian Panjang Revisi UU Nomor 22 Tahun 2009

BIJAKONLINE.COM—(Pesisir Selatan) Masyarakag Pesisir Selatan berharap rencana adanya revisi Undang – Undang No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan yang mengamodir kendaraan roda dua sebagai tranportasi angkutan umum perlu ada kajian mendalam.  Pasalnya,  hal itu perlu proses yang cukup panjang.
Berbagai upaya yang dilakukan pihak  kepolisian dilapangan memang telah mampu mngupaya dalam meminimalisir lakalantas di lapangan. Baik melalui sosialisasi dan tindakan.
Seperti diketahui dalam Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 sudah jelas mengatur beberapa pasal yang menjelaskan tentang norma tentang agkutan umum. Jadi tidak perlu dirasa untuk dilakukan revisi Undang – Undang tersebut.
Bukan seharusnya dilakukan revisi melainkan ada produk hukum baru yaitu Peraturan Pemerintah ( PP) atau pun Peraturan Presiden. 
Di era modern saat ini, masyarakat memang banyak menggunakan kendaraan roda dua sebagai alat transportasi namun hal itu tidak mengharuskan kendaraan roda dua menjadi alat transportasi umum mengingat masih adanya angkutan roda empat yang dianggap masih mampu mengakomodir kebutuhan publik.
“Tidak perlu di lakukan Revisi yang perlu dilakukan pembinaan dan sosialisasi lebih dekat dengan beberapa komunitas ojek yang ada di painan” ujar Gino pada media Bijakonline.com Minggu (8/4/2018) di Painan.
Ia mengatakan, sebagai orang awam yang tidak mengetahui tentang hukum bahkan rencana revisi  pasal – pasal yang ada di dalam Undang- Undang No 22 Tahun 2009 tersebut, ia berharap agar rencana tersebut tidak jadi dilakukan. 
Hal senada juga diungkapkan Andi salah seorang warga painan, ia mengatakan hingga sampai saat ini dirinya belum mengetahui rencana revisi UU No 22 Tahun 2009. ” saya baru tau hari ini kalau mau direvisi,”.
Selain menyita waktu, biaya dan pikiran hal itu juga tidak akan mampu sepenuhya bisa mengakomodir keluhaan roda dua, khususnya para penyedia jasa ojek. Kata nya. 
Lebih jauh dirinya menuturkan, yang diperlukan bagi kalangan ojek adalah adanya penataan, pembinaan serta pendampingan agar keberadaanya diakui di tengah masyarakat. Berikan kami penjelasan tentang sefty reading, cara berkendara yang benar, dan apa – apa yang wajib dimiliki oleh para penyedia jasa ojek. 
“Kaji ulang jika ingin merevisi UU No 22 Tahun 2009 ini demi terciptanya Kantibcar di Jalan Raya” akhirnya. 
Sementara itu Yuliana salah seorang ibu rumah tangga ini mengatakan mendengar informasi rencana revisi Undang – Undang ini dengan senyum..” Ngak tau apa itu revisi. Apa yang mau direvisi” katanya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *