Kemendiknas Minta Pemkab Pessel Perhatikan Kesenian Tradisional

BIJAK ONLINE (PAINAN)-Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) meminta Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan untuk lebih memperhatikan potensi seni budaya lokal.
Kepala Sub-Direktorat Pembinaan Tenaga Kesenian Kemendiknas Yusmawati, menyampaikan selama ini perhatian pemerintah daerah terhadap kesenian tradisional terkesan kecil.
“Akibatnya para pelaku seni tradisional di daerah susah untuk berkembang dan dikenal secara umum,” ungkapnya pada wartawan saat Workshop Peningkatan Kompetensi Bidan Kesenian di Painan, Kamis (5/4).
Dalam work shop hadir sebagai pembicara, Soni Sumarsono dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Praktisi Budaya Teater Koma, Ratna Riantiarno.
Kemudian juga hadir dua budayawan dan seni pertunjukan diantaranya Sari Majid serta dan Bambang Paningron (Budayawan). 
Padahal, lanjut dia, dari 19 kabupaten/kota yang ada di Ranah Minang ini, Pesisir Selatan termasuk daerah yang memiliki populasi kesenian tradisional sangat banyak.
Bahkan, beberapa diantaranya telah dikenal secara nasional, maupun internasional seperti rebab dan seni panggung zaman kolonial dulunya yang berasal dari Pesisir Selatan.
“Nah, selain peningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam manajemen seni serta pertunjukan, acara ini juga bertujuan untuk lebih mendekatkan pelaku seni dengan pemerintah daerah,” terangnya. 
Ke depan, pihaknya berharap daerah lebih memerhatikan para pelaku seni serta harus lebih membuka ruang kerjasama dengan praktisi kesenian. 
Lebih dari itu, pemerintah daerah tidak boleh alergi dengan mereka pelaku seni budaya. Sebab, tanpa pelaku seni dan budaya, pemerintah daerah tidak ada apa-apanya.
Apalagi, Pesisir Selatan merupakan daerah tujuan wisata. Salah satu destinasi yang dimiliki daerah berjuluk ‘sejuta pesona’ itu pun masuk dalam salah satu destinasi nasional.
“Kami huga berharap pegiat seni dalam menggelar event yang sarat dengan nilai entertainnya, sehingga pertunjukan lebih berkesan,” harap dia.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, mengakui belum semua seni budaya di daerah itu yang mampu diekspolotasi secara baik.
Hal itu tak lepas dari ketersedian dan alokasi anggaran pemerinrah daerah yang terbatas. Saat ini, Pesisir Selatan memiliki 80 kelompok kesenian yang aktif.
“Kita akui itu. Kendati demikian, kami dari daerah juga minta perhatian lebih serius dari pemerintah pusat guna lebih majunya kesenian tradisional di daerah,” tutupnya. (teddy setiawan)
teks foto : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, saat menggelar pelatihan peningkatan Kompetensi Bidang Kesenian kepada pegiat seni di Kabupaten Pesisir Selatan. Bertempat di Langkisau Resort. (teddy setiawan)