Catatan Yusril Ihza Mahendra: Umat Islam Wajib Perkuat Posisi Politik Islam di Tanah Air

UMAT  Islam Indonesia berkewajiban untuk mendukung kekuatan politik Islam agar turut menentukan kebijakan2 politik di tanah air. Caranya adalah mendukung partai-partai Islam dalam Pemilihan Umum (legislatif: DPR RI, DPRD) Pemilihan Kepala Daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
Umat Islam tidak cukup hanya unjuk kekuatan dengan aksi damai, dzikir dan doa tanpa langkah-langkah nyata untuk membangun kekuatan politik Islam di negeri ini. Aksi damai, shalat berjamaah, dzikir dan do’a memang penting, namun jangan dilupakan pentingnya adanya usaha-usaha nyata untuk membangun kekuatan politik yang tangguh. 
Adalah kontradiksi, jika umat Islam menjalankan ibadah menurut tuntunan Islam, namun dalam politik mendukung kekuatan politik sekular, yang tak jarang bukan hanya tidak simpatik kepada Islam dan umatnya, tetapi juga bersifat anti Islam.
Kekuatan politik Islam yang wajib didukung itu adalah kekuatan moderat yang menempatlan Islam dan umatnya berada dalam posisi ummatan wasatan” (yang berada di tengah), bukan kekuatan ekstrim, apa lagi yang bersifat intoleran terhadap perbedaan. Kekuatan Islam moderat ini menjunjung tinggi asas2 Islam, etika dan moralitas Islam yang bertumpu pada prinsip keadilan bagi semua.
Dalam tiga tahun terakhir ini, umat Islam sama-sama merasakan di era kebebasan yang luar biasa ini, orang leluasa menista dan merendahkan Islam melalui berbagai media. Sementara tidak terlihat ada upaya-upaya dari penguasa untuk memberikan edukasi dan menghentikannya. Pemerintahan yang tidak simpati kepada Islam, jangan diharapkan akan bersikap adil dan mengayomi Islam dan umatnya.
Karena itu, saya mengajak umat Islam untuk membangun kesadaran bersama bahwa kita perlu memiliki kekuatan politik Islam yang signifikan agar arah politik kita ke depan bersifat lebih Islami.
Partai Bulan Bintang (PBB) adalah salah satu kekuatan politik Islam moderat yang dalam dua kali pemilu legislatif tidak mempunyai wakil baik di DPR maupun di Pemerintahan di pusat, sehingga kami tidak dapat berbuat apa-apa secara politik dalam membela kepentingan Islam dan umatnya. Kami tengah berbenah diri memperkuat posisi politik untuk tahun 2019 yang akan datang. 
Kalau kekuatan politik Islam semuanya tenggelam, benteng kita untuk menjaga Islam dan juga menjaga Negara Kesatuan RI akan pupuslah sudah. Kami PBB, kami Islam dan kami nasionalis. Kami cinta agama kami dan kami cinta kepada bangsa dan negara kami…      

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *