Pantas Mahal! Rupanya Cuma 5 Negara yang Memproduksi Kopi Luwak

Tidak sembarang negara
bisa memproduksi kopi luwak. Salah satu fakta inilah yang membuat kopi luwak
mencatatkan rekornya di buku Guinness World Records—sebuah pencatat rekor apa
pun di dunia.
Rata-rata, produsen
kopi luwak berada di kawasan Asia Tenggara. Tentu tidak semua negara di ASEAN.
Negara mana saja yang memproduksinya?
1. Indonesia
Pasti semuanya sudah
tahu kalau produsen kopi luwak terbesar ada di Indonesia. Maklum saja. Soalnya Indonesia-lah
yang pertama kali menciptakan minuman kopi luwak. Bahkan di antara kopi luwak
yang diciptakan di negara-negara lain, kopi luwak asal Indonesia yang paling
enak. Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian besar pecinta kopi di dunia.
Di Indonesia sendiri tidak
semua daerah bisa memproduksi kopi luwak. Rata-rata daerah penghasil kopi luwak
ada di Aceh, Kintamani, Bondowoso, Ambarawa, Priangan, Lampung, dan Sidikalang.
Daerah-daerah itulah yang selama ini menghasilkan kopi Arabika dan Robusta
terbesar. Selain itu, luwak pemakan kopi juga mudah ditemukan di sana.
2. Vietnam
Selain Indonesia,
Vietnam juga menjadi salah satu produsen kopi luwak yang cukup populer. Gagasan ini mereka adopsi
setelah melihat sendiri betapa kopi luwak harganya tetap stabil, meskipun zaman
selalu berubah. Daya tahan harga yang mahal itulah yang membuat Vietnam
tertarik memproduksi kopi luwak sendiri.
Di Vietnam, nama kopi
luwak bukan civet coffee sebagaimana di
mancanegara pada umumnya. Namanya dikenal dengan cha phe chon atau juga weasel coffee. Perusahaan terbesar yang memproduksi kopi jenis ini bernama
Trung Nguyen. Sementara varietas yang dikonsumsi luwak Vietnam meliputi
Arabika, Legendee Gold, Robusta, dan Excelsa.
3. Filipina
Negara tetangga Filipina
juga tidak mau kalah soal produksi kopi luwak. Nama kopi luwak di sana adalah motit atau juga sering disebut kape alamid. Rata-rata penjualan kopi luwak di Filipina berada di sekitar bandara
dan juga kawasan Batangas. Soalnya tidak sembarang orang bisa menikmati kopi
luwak di Filipina. Hanya orang-orang berduit saja.
Produsen kopi luwak di
Filipina hanya memanfaatkan kopi Liberika sebagai bahan utama kopi luwak. Luwak
di Indonesia dan Filipina memang berbeda. Mungkin karena dipengaruhi oleh iklim
tropis dan juga subtropisnya. Pengolahan kopi luwak di Filipina sama saja
dengan di Indonesia, yakni dengan cara dicuci berkali-kali, dijemur, lalu
disangrai sampai hitam.
4. India
Inilah negara penghasil
kopi luwak yang bukan berasal dari ASEAN. Mungkin negara luar ASEAN lainnya
juga mulai mencobanya. Hanya saja India ini sudah terkenal lebih dulu. Produsen
kopi luwak di India berpusat di distrik Karnataka. Di India, kopi ini dijual
dengan harga antara 20.000-25.000 Rs.
Sebuah startup bernama Coorg Consolidated Commodities
(CCC) lebih memilih memproduksi kopi luwak dalam skala kecil. Tujuannya untuk
menjaga minat pasar. Meskipun hanya sedikit produksinya, tetapi CCC tetap
menjadi produsen kopi luwak terbesar di India, bahkan juga untuk kategori
penjualan kopi pada umumnya.
5. Malaysia
Tidak seru kalau tidak
membicarakan negara tetangga Malaysia. Beberapa tahun lalu, status penemu kopi
luwak hampir diklaim oleh negara ini. Namun melihat jumlah produksinya yang
tidak seberapa, klaim itu memudar dengan sendirinya. Terlepas dari isu itu, ikutnya
Malaysia menjadi produsen tentu menjadi sinyal bahwa kopi luwak memang nomor
satu di dunia.

Pada tahun 2014, harga
biji kopi luwak per kilogram di dunia senilai 200 Dolar. Namun, jika dalam
bentuk kopi yang sudah siap seduh berharga 800 ribu rupiah. Tentu saja harga
ini akan terus melonjak seiring bertambahnya tahun. Mengingat populasi luwak
pemakan kopi sangat terbatas. Dengan popularitas semacam itu, tentu kopi luwak
tidak memerlukan promosi atau iklan lagi. Para pecinta kopi luwak selalu ada di
mana saja.