Wagub Sumbar Lounching Logo dan Maskot Porprop XV Sumbar di Parit Malintang Padang Pariaman

BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)—Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, Lounching Logo dan Maskot PORPROV XV Sumatera Barat, 2018 Kabupaten Padang Pariaman, di Parit Malintang, 29 Januari 2018.
“Kita sengaja melounching logo dan maskot Porprop ini  sesuai keputusan gubernur Sumbar Nomor  426-901-2014, 24 Desember 2014, tentang penetapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprof) Sumatera Barat ke XV tahun 2018 di Kabupaten Padang Pariaman,” kata Nasrul Abit.
Menurut Nasrul Abit, Porprof digelar 2 tahun 1 kali, dengan kesepakatan pemerintah kabupaten dan kotamelalui KONI kabupaten dan kota, dengan Pemerintah Provinsi melalui KONI Provinsi, tentang penetapan tuan rumah PORPROV berikutnya. “Porprop XV tahun 2018 Kabupaten Padang Pariaman akan dilaksanakan pada bulan November 2018, dan akan mempertandingkan 35 cabang olahraga.
Kemudian, 35 cabang itu terdiri dari, Atletik, angkat berat dan besi, aero sport, balap sepeda, bola basket, bola volly, bridge, bulu tangkis, catur, dayung, gulat, judo, karate, kompo, pencak silat, taekwondo, tarung derajat, wushu, menembak, balap motor, panahan, panjat tebing, renang, senam, sepak bola, futsal, sepak takraw, tenis lapangan, tenis meja, tinju, biliard, sepatu roda, muathai, soft tenis, dan kriket.
Selanjutnya, Nasrul Abit menjelaskan arti dan makna logo. Kotak persegi, melambangkan keeleganan kegiatan porprov di bumi Padang Pariaman. Obor bermakna semangat para atlit yang berkobar-kobar, gonjong rumah adat sebagai penyambung tali silaturahmi sesama masyarakat minangkabau. Buah Cokelat sebagai salah satu komuditi khas Padang Pariaman.
Selanjutnya, Orang berlari bermakna usaha dan keseriusan para atlit dalam meraih prestasi di ajang porprov. Tiga buah lingkaran berwarna hitam, merah, dan kuning digabung tiga lingkaran yang utuh antara satu lingkaran dan lainnya bersenggolan berbentuk rantai merupakan persatuan yang kompak untuk mencapai tujuan untuk menggalakkan dunia prestasi olahraga diseluruh cabang ditingkat porprov dan olahraga yang di pertandingkan.
Warna-warna tersebut memiliki arti dan kesan yang berbeda-beda, merah sebagai simbol semangat, keberanian. Biru memiliki arti kesehatan, kebugaran dan kemakmuran di kabupaten Padang Pariaman. Orange memiliki arti optimis, percaya diri, dan kejujuran dalam berkompetisi jiwa semangat sportivitas dan jujur dalam menghargai sesama, hitam sebagai penegas dan disiplin yang tinggi.
Selanjutnya, Nasrul Abit menyampaikan Maskot  PORPROV XV Sumbar 2018 Kabupaten Padang Pariaman yaitu SI KAMBIA. Si Kambia digambarkan sebagai sosok yang kuat, layaknya kesatria atau seorang pelindung yang adil dan bijaksana, disisi lain si kambia dikenal juga memiliki sifat ramah, ceria, suka menolong dan bersahabat.
Selanjutnya, Gambar si kambia diambil dari buah kelapa hijau yang berseri, buah kelapa salah satu tumbuhan serba guna yang tumbuh di tanah subur Padang Pariaman. Dominasi warna Si Kambia diambil dari warna logo Kabupaten Padang Pariaman yaitu hijau, hitam, kuning, biru dan merah.
Selanjutnya, Nasrul menyampaikan persiapan sedang dilakukan Padang Pariaman, tadi infrastruktur jalan sudah disampaikan selesai dan kita memang satu masalah lagi yang belum kita selesaikan yaitu menstadium, mudah-mudahan harapan kita kerjasama provinsi dan Kabupaten Padang Pariaman bisa selasai.
“Saya melihat ini sangat cepat sekali biasanya peresmian logo ini lounching logo ini bulan maret atau april, ini baru Januari, ini berarti Padang Pariaman lebih siap untuk melaksanakan porprov ini,” ujar Nasrul Abit.
Acara ini dilaksanakan pada bulan November, jadi bagi Kabupaten Kota yang sekarang belum teranggar dengan cukup untuk mengirimkan para atlitnya pada porprov 2018 bisa nanti dilakukan perubahan anggaran sehingga pelaksanaan ini berjalan dengan baik.
“Hasil daripada porprov ini adalah nanti yang akan kita bina mulai dari juara 1, 2, 3, dan 4 dilakukan pembinaan oleh KONI dalam rangka kita menyonsong PON yang akan dilaksanakan dipapua tahun 2020, jadi inilah tolak ukurnya nanti bagi sang juara,” ujar Nasrul Abit.
Sedangkan masalah anggaran tidak ada masalah, padang pariaman mereka sangat siap. Kemudian Kabupaten Kota masih belum siap, masih ada perubahan APBD yang dilaksanakan pertengahan tahun untuk bisa pelaksanaan porprov ini sukses untuk semua kabupaten kota, sukses untuk kita semua, sukses kita mendapat atlit yang membawa nama baik Sumatera Barat nanti di PON tahun 2020 di Papua.
Sementara untuk registrasi atlet nanti, nanti dibicarakan. “Kalau memang kita tidak bisa lagi, jangan lagi kita maling-maling umur atau yang lainnya, kalau nanti kita setuju kabupaten kota rapat kita pakai E-KTP bisa, E-porprov namanya, kemarin saya sudah E-MTQ, jadi tidak ada lagi maling-maling atlit, yang menyolong nama, umur dan lainnya,” ujar Nasrul Abit, sembari menambahkan, kita sekarang harus berterus terang saya minta semua kita harus bertanggung jawab penuh terhadap atlit, tidak perlu hanya mencari pemenang tapi bukan kita punya atlit, jadi maksud saya atlit yang kita bina adalah asli Sumatera Barat,” tegasnya. (Fardianto)