LIPSUS DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA PAYAKUMBUH

Kepala Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan kota Payakumbuh Ir.Zulinda Kamal terima Penganugerahan ANRI Award LKD
Terbaik Nasional Tahun 2017di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Jumat, 17 Agustus
2017. 

DPK Kota Payakumbuh Ukir Prestasi Nasional

BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)—-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) kota Payakumbuh ukir prestasi nasional 2017, menyusul tampilnya dinas ini, sebagai juara harapan I dan II lomba kearsipan daerah (LKD) dua tahun bertuut turut. 
“Lomba yang diselenggarakan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) itu, melibatkan seluruh lembaga kearsipan daerah seluruh Indonesia, yang penghargaannya diserahkan pada malam ANRI Award bertempat di Hotel Mercure Ancol Jakarta Agustus lalu, “ujar Kepala DPK kota Payakumbuh Ir. Zulinda Kamal didampingi kepala bidang kearsipan Drs. Afrimars.MM kepada tabloidbijak.com dirang kerjanya, kemaren.
Dijelaskan  Zulinda Kamal, tujuan lomba kearsipan daerah itu, merupakan langkah ANRI untuk memacu daerah membenahi arsipnya, ratusan arsip tercipta tiap harinya perlu diselamatkan, agar arsip itu bisa berbicara sebagai pengetahuan generasi berikutnya, sekaligus pertanggung jawaban pekerjaan sipencipta arsip itu sendiri. 
Piagam
Penghargaan juara Harapan III Lomba LKD Nasional  .
Payakumbuh
satu satunya perwakilan Sumatera yang berhasil masuk nominator 6 LKD Terbaik
Nasional.
Keberhasilan bidang kearsipan kota Payakumbuh tingkat nasional, antara lain didukung adanya Perda No. 08  thn 2015 tentang Penyelenggaraan Kearsipan di Lingkungan Pemerintah kota Payakumbuh disamping kegiatan penelahahan, pembenahan, pemilahan, dan penyelamatan arsip daerah yang menambah poin penilaian LKD kota Payakumbuh. 
Diakui Zulinda Kamal, yang namanya lomba sudah barang tentu berpacu, dan ternyata daerah lainpun terus berbenah diri sehinga tahun 2017 ini, kota Payakumbuh harus menerima peringkat harapan dua nasional. 
Sampai saat ini, DPK kota Payakumbuh bersama perangkat daerah lainnya, sudah membenahi 20 urusan arsip perangkat daerah yang ditandai dengan penyampaian dan penetapan Jadwal Retansi Arsipnya (JRA) di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) beberapa waktu lalu.
Menurut Kadis DPK kota Payakumbuh itu, pembahasan JRA substantif 10 urusan Pemerintahan Kota Payakumbuh  meliputi urusan Pertanian, urusan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, urusan Perindustrian, urusan Ketenagakerjaan, urusan Lingkungan Hidup, urusan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, urusan Kesehatan, urusan Keamanan dan Ketertiban, urusan Pariwisata, urusan Pemuda dan Olahraga. 
Kepala
Dinas`Perpustakaan kota Payakumbuh Ir. Zulinda Kamal menerima penjelasan dari
Sri Hartati dan staf tentang pengelolaan kearsipan di kantor ANRI Jakarta
beberapa hari lalu.
JRA itu merupakan daftar yang berisi tentang jangka waktu penyimpanan arsip yang dipergunakan sebagai pedoman penyusutan arsip. Penentuan jangka waktu penyimpanan arsip (retensi arsip) ditentukan atas dasar nilai guna tiap-tiap berkas.
Untuk menjaga obyektivitas dalam menentukan nilai guna tersebut, jadwal retensi arsip disusun oleh suatu panitia yang terdiri dari pejabat yang benar-benar memahami kearsipan, fungsi, dan kegiatan instansinya masing-masing.
“Draf Rancangan jadwal retensi arsip yang merupakan hasil kerja panitia tersebut perlu mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Arsip Nasional sebelum ditetapkan sebagai jadwal retensi arsip yang berlaku untuk lingkungan organisasinya, “jelas Zulinda Kamal.
Sementara itu, kepala bidang Kearsipan Drs. Afrimars.MM menambahkan, pemahaman aparatur sipil negara (ASN) terhadap arsip perlu ditingkatkan, agar pengelolaan arsip tiap parangkat daerah (PD)  itu bisa berjalan sesuai dengan standar kearsipan nasional. 
Justru itu, DPK kota Payakumbuh terus berupaya bagai mana persepsi ASN terhadap arsip itu berubah, dan diharapkan bisa memahami pentingnya arsip sebagai sebuah catatan perjalanan pemerintahan kota Payakumbuh yang terekam melalui arsip yang diciptakan pencipta arsip itu sendiri.
“Pemahaman ASN maupun masyarakat terhadap keberadaan arsip perlu ditingkatkan, sebab baik atau tidaknya penyelenggaraan pemerintahan dapat dilihat dari bagai mana mereka mengelola dan memeperlakukan arsip, “ ujar Afrimasr.
Kemudian, jelas Afrimasr DPK terus melakukan digitalisasi dokumen/ arsip masyarakat kota Payakumbuh. Hal itu dilakukan untuk antisipasi rusak, hilangnya dokumen penting akibat bencana alam seperti kebakaran, banjir maupun tanah longsor yang mengakibatkan hilangnya dokmen penting mereka seperti ijazah, sertifikat kepemilikan dan dokumen lainnya bernilai tingi dan perlu penyelamatan.
Menurutnya kegiatan digitalisasi dokumen/arsip penting  masyarakat ini, merupakan terobosan baru yang dilakukan DPK, alasanya selain memiliki multi player efek yang sangat bagus terhadap kepastian keselamatan arsip, sekaligus memudahkan mereka untuk mengakses kembali apabila diperlukan kapan dan dimanapun, sebab file mereka itu sudah tersimpan pada file yang ada pada webside Dinas Perpustakaan dan Kearsipan itu sendiri.
Sampai saat ini, yang sudah memanfaatkan fasilitas digitalisasi arsip tersebut, adalah para lulusan mulai dari SD, SLTP, SLTA bahkan ijazah perguruan tinggi yang memang sifatnya pribadi. 
Khusus untuk digitalisasi dokumen penting itu, pihaknya melakukan kerja sama dengan sama dengan Dinas Pendidikan, Kementrian agama kota Payakumbuh, dengan target seluruh ijazah siswa yang tamat tahun ajaran 2017/2018 kota Payakumbuh semuanya didegitalisasi yang diperkirakan tahun ini mencapai 55000 eksemplar. 
“Upaya digitalisasi arsip ini, terus dilaksankan dengan sasaran akhirnya bagai mana seluruh dokumen penting masyarakat yang perlu diselamatkan dari situasi tidak menguntungkan dapat dilaksanakan, sehinga dua tahun pelaksanaan program ini secara bertahap masyarakar kota Payakumbuh mulai menyadari yang dilakukan dinas ini sangat bermanfaat untuk kepentingan penyelamatan dokumen/arsip mereka,”terang Afrimasr. 
Drs. Afrimars.MM
Kabid Kearsipan
kota Payakumbuh 
Kemudian, Kabid Perpustakaan DPK kota Payakumbuh Friza Susanti, S.Sos mengatakan, pentingnya budaya literasi, sebab literasi itu dimaksudkan untuk membiasakan berfikir yang diikuti  proses membaca, menulis yang pada akhirnya apa yang dilakukan akan menciptakan karya. 
Hal ini, disampaikan pada acara sosialisasi Literasi dihadapan para pengelola perpustakaan sekolah, guru bahasa Indonesia dan siswa yang diselenggarakan SMAN 2 Payakumbuh beberapa waktu lalu.
Kita akui, sampai saat ini masih rendahnya minat baca di Indonesia. Diantaranya disebabkan banyak hiburan seperti game, tayangan TV yang ironisnya tidak mendidik. Umumnya acara TV mengalihkan perhatian untuk tidak membaca, sementara tayangan yang disajikan banyak bersifat negatif. Rendahnya dukungan keluarga dan lingkungan juga salah satu penyebab kurantg tumbuhnya minat membaca dikalangan anak didik saat ini. 
Justru itu tegas Kabid Perpustakaan ini  “Pengembangan minat baca tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan sekolah  tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak yang dimulai dari keluarga, masyarakat dan pemerintah sebagai penentu kebijakan dan strategi dalam pengembangan perpustakaan”.
Kegiatan Sosialisasi
Literasi yang diselenggarakan SMA2 kota Payakumbuh beberapa hari lalu.
“Justru itu, Pemerintah bersama swasta masyakat, sekolah, aparat, harus bersama menyadari pentingnya literasi bagi kemajuan dan kecerdasan masyarakat menuju Indonesia cerdas seutuhnya, “ujar Friza Susanti.
Terpisah, kepala SMA2 kota Payakumbuh Irma Takarina S.Pd.M.Pd kepada tabloidbijak.com diruang kerjanya, kemaren, mengatakan, dia berharap kepada semua pihak, agar menyerukan membaca, karea membaca akan membuka cakrawala berfikir, sekaligus mendorong kemajuan dimasa datang.
“Maka, tiga pilar yang bertanggung jawab akan kemajuan bangsa dan negara pemerintah, masyarakat dan orang tua harus bersinergi dalam mewujudkan harapan itu, dan selamat kepada DPK kota Payakumbuh yang telah mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional, “ulas Irma Takarina. (ada)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *