Kasus Kekerasan Rumah Tangga Mulai Menurun di Payakumbuh

BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)—Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dewasa ini menjadi perhatian berbagai pihak. Untuk itu, patut kita bersyukur dan terimakasih kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPPA) provinsi Sumatera Barat atas terselenggaranya berbagai kegiatan positif.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindingan Anak, Pengendalian dan Keluarga Berencana(DP3AP2KB) Syahnadel didampingi sekretaris Elvi Joni kepada sejumlah wartawan, diruang kerjanya, Selasa (26/9), mengatakan melalui kegiatan ini, kita harapkan dapat meningkatnya kompetensi dan wawasan peserta dalam penanganan kasus kekerasan di kota Payakumbuh.
Sudah ada beberapa kasus kekerasan perempuan dan anak yang ditangani P2TP2A kota Payakumbuh, tahun 2015 ada 65 kasus, tahun lalu 37 kasus dan untuk tahun 2017 ini ada 10 kasus. 
“Walaupun angka kasus cenderung menurun, namun peningkatan kompetensi dan penanganan terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak ini mesti kita tingkatkan. Sehingga ke depannya Payakumbuh bebas kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” harap Syahnadel.
Sebelumnya, Kepala DPPPA Sumatera Barat, Ratnawilis dalam sambutannya, menjelaskan, kegiatan yang baru pertama kali digelar ini dilaksanakan ke seluruh kab/kota se-sumatera Barat. Sampai saat ini sudah 16 kab/kota yang kami kunjungi.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya peningkatan kompetensi dari pengurus P2TP2A se-Sumbar, sehingga dengn peningkatan Sumber daya manusia tersebut juga diikuti dengan peningkatan pelayanan dan pendampingan korban tindak kekerasan perempuan dan anak,” harapnya. (ada)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *