Gubernur Sumbar : Kepala Daerah dan Wakilnya Harus Kompak

BIJAK ONLINE (Padang)-Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi beserta Wakil Walikota Erwin Yunas, diminta selalu menjaga harmonisasi dalam menjalankan roda pemerintahan di Payakumbuh selama 5 tahun ke depan. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ketika melantik Riza Falepi-Erwin Yunas, sebagai walikota dan wakil walikota Payakumbuh periode 2017-2022, di Auditorium Gubernuran, Sabtu, 23 September 2017.

“Jaga kekompakan, jabatan kepala daerah merupakan amanah dari rakyat, rakyat harus diperhatikan dan disejahterakan, jangan membuat rakyat kecewa” kata politisi PKS ini

Dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah, jelas Irwan Prayitno, seringkali terjadi perbedaan pendapat atau kepentingan antar wali kota dan wakilnya. Diharapkan, perbedaan sebagai dinamika diselesaikan dengan baik, bukan justru diperkeruh dan dipertentangkan, yang ujungnya terjadi perpecahan antar wali kota dan wakilnya.

“Kalau perbedaan terus dikipas-kipas, maka rakyat yang menjadi korban, karena masing-masing pihak tidak akan berkonsentrasi memikirkan program untuk masyarakat, melainkan saling bermanuver untuk menjatuhkan,” tegas gubernur yang hebat membuat pantaun ini.

Irwan Prayitno juga menginstruksikan Riza Falepi-Erwin Yunas agar tidak membatasi hari kerja dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. “Kerja kepala daerah tidak hanya Senin sampai Jumat, melainkan sampai Minggu. Tidak pagi sampai sore, tapi sampai malam. Itu amanah rakyat,” jelas pelantun lagu berjudul Kau Istriku ini.

Menyikapi arahan gubernur, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi berkomitmen untuk terus menjaga hubungan kerja yang harmonis dengan Erwin Yunas sebagai wakilnya. Diakuinya, selama menjabat sebagai Wali Kota Payakumbuh periode sebelumnya, pernah terjadi perbedaan pandangan dengan wakil. Akan tetapi, permaslahan dimaksud mampu diredam dan dikelola dengan baik, sehingga tidak muncul di permukaan, serta pelaksanaan program pemerintahan tetap terlaksana dengan baik.

“Saya pernah mengalami perbedaan pada periode sebelumnya, tapi itu dapat diselesaikan dengan baik. Perpecahan memang sering terjadi akibat pembagian tugas dan pemahaman aturan yang tidak sejalan. Saya bersama wakil akan saling berbagi tugas secara adil dan tentunya sesuai kewenangan,” tutupnya (Humas sumbar/Risko).