Catatan Yal Aziz: Dima Karajo Da, di KONI Diak (1)

SUATU hari, seminggu menjelang lebaran idul fitri, seorang gadis yang masih kuliah disalah satu perguruan tinggi swasta, asyik bermain facebook media sosial dengan salah seseorang pemuda yang profil akunnya menampilkan foto seperti pangeran raja Arab Saudi. 
Setelah lebih satu jam chating dan berkenalan di facebook lebih kurang tiga tahu, si mahasiswi ingin tahu dan bertanya;”Dima karajo da.”
Dijawab lawan chatignya itu;”Di KONI diak.”
Kalau buliah tahu;”KONI tu perusahaan apo da,” kata mahasiswi itu dengan lugunya, karena memang dia belum tahu tentang KONI.
“KONI tu Komita Olahraga Nasional Indonesia diak, kalau manuruik adiak apo tu,” kata yang ngaku pengurus KONI tersebut.
Tanpa tedeng aling-aling si mahasiswi tu langsung menyebutkan;”Kecek ambo KONI itu Kumpulan Orang Numpang Iduik da,” kata gadis berambut sebahu ini, sembari menambahkan;”Gajinyo bara sabulan tu da.”
Dengan pongah si pengurus KONI itu menjawab;”Kami di KONI tu indak bagaji do diak, pengabdian,” katanya.
Wah, kata si mahasiswi;”Hebat bana pengabdian uda mah, melebihi pahlawan reformasi, yang saat berjuang masih saja mengharaapkan nasi bungkus,” kata si mahasiswi ini kagum dan sekaligus bertanya lagi;”Kalau indak bagaji, jo apo dibali buah jerami tu da.”
Kemudian, si pengurus KONI agak terlambat membalas inbox si mahasiswi di massager, mungkin lagi sibuk juga  menjawab catingan yang lain. Maklum, kerja si pengurus KONI tu di kantornya hanya facebook dan WhatsApp, serta intergram.
Hanya berselang sekitar 20 menit muncul lagi jawaban;Kok serius bana adiak mananyo gaji uda.”
Biasolah da, kata mahasiswi tersebut.”Mana tahu ado jodoh diantaro kito, walaupun uda mangaku duda ka adiak.”
“Apo benar tu diak,” kata si pnurus KONI.
“Ya dong uda sayang,” balas si mahasiwi.
Kemudian, si pengurus KONI menjelaskan secara detail. Di KONI memang tak ada gaji dan honornya, tapi setiap bulannya semua pengurus KONI bisa mendapatkan bonus, hasil dari mengikuti dan menghadiri rapat pengurus dan honornya, bisalah untuk pergi jalan-jalan ka pulau dewata Bali.
Selanjutnya si pengurus KONI juga menerangkan, setiap ada kegiatan olahraga skala nasional, apakah itu Porwil atau PON, bisa juga mendapat uang atau fee setiap pembelian kebutuhan atlet, seperti beli sepatu, baju dan jaket. Soalnya, setiap perusahaan yang ditunjuk sudah ada deal-deal lima atau sepuluh persen dari harga beli. Lumayanlah untuk modal menikah dan buka usaha warung nasi.
Mendapat jawaban yang panjang tersebut, si mahasiswi bukannya senang, tapi malahan bertanya lagi;”Selain jadi pengurus KONI, apo kegiatan da.”
“Uda penasehat hukum diak,” jawabnya singkat dan tegas.
“Oh jadi uda pengacara yo. Ondeh sanang bana adiak bisa balaki jo pengacara. Sudah tu kalau bacarai, pembagain harto sesuai jo hukum,” kata mahasiswi tu sembari batanyo;”Lai buliah adiak main ka rumah da.”
Komentar si mahasiswa, juga lama dibalas oleh yang mengaku jadi pengurus KONI tu dan akhirnya si mahasiswi bertanya lagi;”Pengurus KONI lai dapek lo THR da, kalau dapek, bagi dong.”
Komentar ini juga belum dibalas si pengurus KONI. Entah kenapa, tapi status FB-nya masih atif dan mungkin juga si pengurus KONI menerima tamu, apa itu pelatih, pengurus cabor atau atlet yang minta honor bulannya untuk dibayarkan.
Karena dua pertanyaan si mahasiswi ini belum juga dibalas, maka muncul pertanyaan ketiga;”Lai buliah adik jadi pengurus KONI tu da, apo saratnyo, apo harus sarjana olahraga, atau mantan atlet yang berprestasi, seperti Nanda Talambua, Mela Sri Rahayu atau seperti Iwan Samurai.
Untuk jadi pengurus KONI ko diak, kata sipengurus KONI, indak paralu sarjana olahraga atau mantan atlet, tapi cukup aktif di salah satu cabang olahraga, walaupun  olahraga yang diurus tu indak punyo prestasi nasional.”Syarat yang dakek jo penguasa dan berpandai-pandai manjilek dan maangkek talua diak,” katanya.
“Kok buliah tahu lo da, apo yang dikarajoan pengurus KONI tu Da dan bara orang lo jumlahnyo da,” kata si mahasiswi bertanya bagaikan pertanyaan wartawan pula.
“Ko itu yang adiak tanyo, yo susah lo manjawabnyo mah diak, datang se lah ka KONI, adiak caliak sae langsung,” kata pengurus KONI ini sembari menawarkan jalan-jalan ka Pulau Sirandah untuk ikut pesta dugem. (Bersambung). (Penulis feature ini wartawan tabloidbijak dan padangpos.com)