Menengok Dari Dekat Kehidupan Penghuni Panti Andam Dewi Kabupaten Solok

Tampak Yulia Weni, instruktur atau guru menjahit dan membuat bordir di PSKW Andam Dewi, dengan sabar melatih para wanita binaan untuk bisa menjadi wanita mandiri setelah keluar dari panti didampingi penjaga panti 
BIJAK ONLINE (SOLOK)-Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Adam Dewi, yang terletak di Jorong Sukarami, Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, merupakan sebuah panti yang beraktivitas sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah dalam lingkup Dinas Sosial Propinsi Sumatera Barat yang berperan penting dalam melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial terhadap PSK. 
Panti ini difungsikan sebagai pemulihan para wanita yang sudah terlanjur terjun ke lembah hitam di berbagai daerah di Sumbar. Tujuannya jelas untuk mengembalikan mantan PSK agar bisa kembali ke tengah masyarakat untuk bisa beraktivitas normal dan menjalankan fungsinya sebagai kaum hawa dengan berbekal keterampilan yang diajarkan di dalam panti. 
Para penghuni panti, selain digenjot agar kembali kejalan yang benar, juga diberi bekal ilmu agama, ketreampilan khusus jahit menjahit serta diberi pencerahan agar kembali kefitrahnya sebagai manusia yang hidup di jalan yang benar. Kepala UPTD PSKW Andam Dewi Sukarami Solok, Drs. Syahbana menyebutkan bahwa saat ini penghuni panti PSKW Andam Dewi berjumlah 33 orang yang merupakan kiriman dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Anehnya lagi, para penghuni panti mayoritas diisi oleh warga yang datang dari berbagai suku di Indonesia, seperti Indramayu, Kota Padang, Sukabumi, Payakunbuh, Sijunjung dan Dhamasraya, tetapi kebanyakan mereka berasal dari Pulau Jawa.
Beberapa faktor yang melatar belakangi banyaknya kaum hawa terjun menjadi PSK adalah karena faktor ekonomi, lingkungan, perceraian, pendidikan rendah, frustrasi dan tidak adanya keterampilan yang dimiliki, sehingga memudahkan mereka untuk terjerumus menjadi PSK. “Disini mereka kita latih untuk kembali dipulihkan mentalnya agar keluar dari sini bisa mandiri,” terangnya. 
Bagi mereka yang sudah terlanjur tertangkap dan diantarkan ke Andam Dewi, maka disana mereka diberi keterampilan khusus, diberikan pembekalan pemberdayaan sosial, agama dan kemandirian. Seperti shalat 5 waktu, mengaji, belajar menjahit, membordir dan lain sebagainya. Dan setiap klien yang keluar dari UPTD Andam Dewi juga diberikan satu unit mesin jahit, sehingga mereka dapat berdikari dan mengabdikan dirinya ketengah masyarakat dengan bekal yang telah mereka terima.
Salah seorang wanita tangguh yang menjadi instruktur atau guru mengajar di PSKW Andam Dewi adalah Yulia Weni yang sudah mengabdi di Andam Dewi sejak tahun 2008 lalu. Bahkan semenjak dirinya menjadi isntruktur, sudah lebih dari 3000 PSK yang diberi keterampilan dan kembali diterjunkan ke masyarakat. “Saya senang bisa mengajarkan saudara-saudara kita yang sudah terlanjur basah masuk ke lembah hitam. Jadi saya berharap setelah mereka keluar dari sini, bisa menajdi wanita mandiri dan taat beragama,” jelas Yulia Weni, yang merupakan warga Kota Solok itu. Yulia berharap dengan ilmu menjahit, bordir dan berbagai keterampilan yang diajarkan selama di panti, bisa memberikan manfaat dan kepedulian semua pihak dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial khususnya PSK dan wanita korban trafficking dimasa datang.
“Saya selalu menekankan agar setelah mereka diberi keterampilan dan jangan lagi sampai masuk kesini karena lebih baik memanfaatkan ilmu yang sudah didapat untuk dipergunalan di luar seperti menjahit dan buka usaha konveksi di rumah,” pungkas Yulia Weni (Wandy)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *