Sejarah Minangkabau Harus Dijadikan Media Pendidikan Generasi Muda

BIJAK ONLINE (Padang)-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sumatera Barat, Syamsulrizal menegaskan, salah satu fungsi sejarah Minangkabau adalah sebagai media pendidikan bagi generasi muda, dengan tujuan generasi muda mengerti dan mengenali identitas dirinya.
“Kami berharap sejarah-sejarah yang ada di Minangkabau ini dapat dikenal dan dipelajari oleh seluruh pelajar di Sumbar,” kata Kadisbud Sumbar, Syamsurizal, ketika memberikan kata sambutan dalam acara Forum Diskusi Kerajaan-kerajaan Minangkabau di Museum Adityawarman Padang, Selasa, 9 Agustus 2016.
Menurut Syamsurizal, sejarah Minangkabau haruslah disebarluaskan atau diberitahukan kepada generasi muda dengan tujuan, agar generasi muda Minangkabau mengenali budaya dan sejarah nenek moyangnya. “Salah satu caranya dengan memperilihatkan beberapa peninggalan sejarah Minangkabau, sebagai bukti  adanya kebudayaan masyarakat Minangkabau di masa lampau,” katanya.
Kemudian, kata Syamsurizal, dari leteratur atau data yang ada, terdapat 11 kerajaan di Minangkabau. Bahkan, hinga saat ini kerajaan-kerajaan tersebut masih memiliki keturunan yang jelas yang lengkap dengan ranji-ranji, asal usul keterunannya. 
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sumbar, Ali Asmar mengatakan, bahwa Forum Diskusi Kerajaan-kerajaan Minangkabau bisa menjadi sarana untuk mengetahui sejarah Minangkabau. “Dari acara ini kita dapat melihat sudah sejauh mana masyarakat Sumatera Barat mengetahui sejarah negeri mereka sendiri,” katanya.
“Kami berharap acara ini bisa menjadi sumber informasi bagi masyarakat tentang sejarah Minangkabau,” katanya. 
Selanjunya, Kepala UPT Museum Adityawarman Sumbar, Noviyanti, menjelaskan, dengan digelarnya pameran kebudayaan ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui tentang seni dan budaya yang diwariskan leluhurnya. “Keberadaan Musium merupakan cermin peradaban,” katanya. 
Menurut Noviyanti, dengan adanya pagelaran adat dan budaya, secara otomatis dapat membangkitkan rasa cinta terhadap seni dan budaya yang telah diwariskan sejak zaman dahulu kepada para generasi penerus bangsa.
Sementara Putu Supadma Rudana (Ketua Umum AMI Pusat) Aosiasi Musium Indonesia, mengharapkan kepada pegiat sejarah berkontribusi dalam wadah Asosiasi Musium Indonesia Daerah (AMIDA).
Anggota Asosiasi Museum Daerah (AMIDA) Provinsi Sumatera Barat :
1. Museum Nagari Provinsi Sumbar (Adityawarman) Padang
2. Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta Bukittinggi
3. Museum Tri Daya Ekadarma Bukittinggi
4. Museum Tuanku Imam Bonjol Pasaman
5. Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Maninjau Kab. Agam
6. Museum Mande Rubiah, Lunang Pesisir Selatan
7. Museum Goedang Ransoem Sawahlunto
8. Museum Kereta Api Sawahlunto
9. Museum Istano Basa Pagaruyung
10. Museum Lurah Kincia, Kab. 50 Kota
11. Museum Gedoeng Joeang 45 Sumbar
 12. Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau, Kota Padang Panjang
13. Galeri Tambang Mbah Soero Sawahlunto
14. Museum Rumah Adat Baanjuang Bukittinggi
15. Museum Tan Malaka Payakumbuh
16. Museum Gempa 30 September 2009 Kota Padang
17. Museum Padang Jopang, Kab. 50 Kota
18. Museum Balubuih, Kab. 50 Kota. (Indra)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *