Wawako Pariaman: Di Kota Pariaman Masih Banyak Bidan PTT

BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)–Wakil Walikota Pariaman, Dr. H.  Genius Umar, mengatakan, di Kota Pariaman, masih ada Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) sebanyak 50 orang yang bertugas di desa-desa dan kelurahan. Pemko Pariaman, berharap Bidan PTT ini dapat segera diangkat menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS).
Hal itu disampaikan Genius Umar, pada Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) KB-Kes dalam rangka HUT IBI ke-65, Jumat (29/7/2016) di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kota Pariaman. 
Dikatakan, mengigat peran Bidan sangat vital dalam pembangunan berkaitan kesehatan di pedesaan, pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk percepatan pengangkatan 50 orang bidan PTT Desa untuk segera diangkat menjadi pegawai negeri.
Menurut Genius, tenaga Bidan menjadi ujung tombak dalam pemberian pelayanan kesehatan terhadap masyarakat khususnya Kota Pariaman. “Untuk itu Pemko Pariaman, merasa bertanggung jawab untuk memperjuangkan nasib Bida PTT tersebut,” ujar Genius.
Lebih jauh disampaikan, konsep SDGs adalah lanjutan konsep pembangunan Millenium Development Goals (MDGs) dimana konsep tersebut telah berakhir pada tahun 2015, namun  tetap menjadi acuan dalam kerangka pembangunan.
Menurutnya, salah satu target SDGs menjamin adanya kehidupan yang sehat untuk mendorong kesejahteraan semua orang di dunia pada semua usia.
Terkait dokumen SDGs, kata dia, pembangunan meliputi pendidikan dan kesehatan, baik skala kecil maupun besar melalui peningkatan peran IBI sebagai provider berupa peningkatan kualitas dan sumber daya yang baik.
Acara bertajuk “Penguatan Peran Bidan dalam Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga untuk Mendukung Pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) 
Kepada segenap pengurus IBI Cabang Kota Pariaman pihaknya berharap agar menjadi organisasi profesi terdepan di segala lini. “Serta selalu menjalin kerjasama dengan stakeholders,” tutupnya.
Melalui HUT ke-65, IBI Kota Pariaman melakukan bulan bakti yang subjeknya untuk penguatan peran Bidan dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga untuk mendukung pencapaian SDGs, khususnya peningkatan status kesehatan ibu dan anak di Kota Pariaman. (h/amir)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *