Menteri Siti Nurbaya Puji Masyarakat Indudur Yang Ikut Menjaga Kelestarian Hutan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, yang didampingi Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, saat bertatap muka dengan masyarakat Indudur, bertempat di Masjid Raya nagari setempat pada Kamis 28 July 2016 lalu
BIJAK ONLINE (SOLOK)-Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, memuji masyarakat Nagari Indudur, yang sudah ikut melestarikan hutan di sekitar nagarinya. . 
“Kami dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemerintahan Nagari Indudur, Kabupaten Solok sejak tahun 2007 dalam rangka pemanfaatan lahan kritis menjadi lahan produktif melalui peraturan nagari dan sudah otomatis ikut melestraikan lingkungan dan hutan,” puji Siti Nurbaya,ketika berkunjung ke Nagari Indudur, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok pada Kamis 28 July 2016 lalu, 
Menteri juga bertatap muka dengan masyarakat Indudur, bersama Wabub Solok, Yulfadri Nurdin, SH dan didampingi  Dirjen Hutan Sosial, Hadi Darianto, Kadis Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Solok, Osri, Camat IX Koto Sungai lasi, Efiyardi, Walinagari Indudur, Zofra Wandi Dt. Rajo Nan Gadang dan ninik mamak, alim ulama, masyarakat dan para undangan yang hadir. 
Menurut Siti Nurbaya, dirinya sudah lama berniat untuk datang ke Indudur, tapi baru kali ini terlaksna. Sudah lama niat kami ingin berkunjung langsung ke Solok ini, namun baru hari ini bisa dapat hadir dan bertatap muka dengan masyarakat kab Solok. 
Kemudian menetri menyebutkan bahwa banyak tokoh dan orang hebat yang lahir dari Kabupaten Solok ini,  masyarakat butuh tokoh tokoh yang mampu memperjuangkan dan membawa nasib mereka kearah yang lebih baik. “Hutan sangat penting dijaga, ditanami dan dilestarikan agar bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Kalau Hutan Lestari, maka masyarakat sejahtera,” terang Siti Nurbaya. 
Menteri juga berharap agar masyarakat mengoptimalkan koperasi dalam menyokong program pelestarian dan pemanfaatan hutan sebagai penguatan ekonomi masyarakat. “Dari yang saya lihat di lapangan, masyarakat Indudur sudah berorientasi produktif, tinggal tingkatkan cara kerja, fasilitas pendukung serta lainnya. Yang paling penting, mudah dilakukan dan tidak melanggar aturan dan undang undang,” terang Siti Nurbaya.
Sebelumnya, Wali nagari Indudur, Zofra Wandi Dt. Rajo Nan Gadang mengekspos profil nagari Indudur dimana nagari paling tenggara Kabupaten Solok ini, berpenduduk sekitar 700 jiwa dengan 200 Kepala Keluarga serta mayoritas mata pencaharian sebagai petani. Nagari Indudur memiliki banyak lahan kritis dan kurang termanfaatkan. Lalu dilahirkan Perna No 3 tahun 2007 tentang peningkatan ekonomi masyarakat dengan pemanfaatan lahan kritis dan pengelolaan hutan rakyat. Perna tersebut aktif dilakukan semenjak tahun 2008 dimana setiap warga wajib menanam tanaman keras seperti karet, kemiri dan cengkeh di lahan miliknya minimal setengah hektar.
 “Untuk mengawasi pelaksanaan Perna tersebut, pemerintahan Nagari membentuk tim dari berbagai unsur baik dari unsur nagari, Ninik mamak dan lainnya. Dalam perjalanannya, tim penilai terus melakuakan pengawasan dan penilaian pelaksanaan program atau perna tersebut. “Setiap lahan warga akan dinilai sekali setahun, bagi yang sesuai dengan kriteria akan diberi reward dan yang kurang akan ditegur hingga pemberian sanksi. Masyarakat juga dilarang melakukan penebangan pohon dan membakar hutan lindung serta tidak dibenarkan menebang pohon yang sedang berbuah atau produktif meskipun ada di lahan milik sendiri. Alhamdulillah tidak ada ilegal loging di Indudur. ‘Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera. dengan adanya perna tersebut, lahan lahan kritis bisa termanfaatkan dan angka kemiskinan dapat dikurangi,” terang walinagari Zofra Wandi.
Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin dalam sanbutannya juga mengaku merasa sangat  terhormat dengan adanya kunjungan dari ibu menteri. “Kita berharap dengan adanya kunjungan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, bisa lebih memotivasi masyarakat dan pemerintahan nagari dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan dan lahan kritis secara ramah sehingga bermanfaat secara ekonomi,” jelas Yulfadri Nurdin. Wabub Solok itu, juga sangat mengapresiasi atas kesuksesan wali nagari dan masyarakat Idnudur yang telah mensuskseskan tidak terjadinya lagi ilegal logging, dan juga pemanfaatan lahan kritis (wandy)