Lokakarya Akselerasi Pemberdayaan Danau Singkarak Ditabuh di Hotel Sumpur

Bupati Solok. H. Gusmal  dan Bupati Tanah Datar, Irdiansyah Tarmizi saat sampai di lokasi dan dengan tari piring oleh masyarakat setempat, Setempat dengan fhoto bersama masyarakat
BIJAK ONLINE (SOLOK)-Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM dan Bupati Tanah Datar, H. Irdinansyah Tarmizi, hari Rabu (27/7),mennghadiri acara Lokakarya Akselerasi Pemberdayaan Danau Singkarak dalam meningkatkan Pariwisata dan Perekonomian masyarakat berbasis Syari’ah di Sumatera Barat.
Acara yang digelar di Hotel Sumpur, Tanah Datar, dihadiri oleh Bupati Solok, H. Gusmal,SE, MM, Bupati Tanah Datar, H. Irdinansyah Tarmizi, Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kementrian Pariwisata: Drs. Lokot Ahmad Enda, MM, Penggiat Pariwisata, Andrinof Chaniago, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Jefrinal Arifin, Ketua TPKDS Berbasis Nagari Propinsi Sumatera Barat, H. Firdaus Oemar Dt. Marajo, ketua pelaksana, Lukman Roka dan Pemuka Masyarakat, Kerapatan Adat Nagari (KAN), Bundo Kanduang dan Aparat Pemerintahan dari Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok serta undangan lainnya.
Ketua panitia pelaksana, Lukman Roka dalam laporannya menyampaikan bahawa Lokakarya yang akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari, mulai tanggal 27 dan ditutup tanggal 28 Juli 2016. Degan acara ini hendaknya mampu menghasilkan berbagai pemikiran yang positif untuk meningkatkan pengelolaan danau Singkarak baik dari segi pariwisatanya maupun dari aspek ekonominya. Danau Singkarak adalah salah satu danau yg menjadi prioritas wisata baik pada masa dulu dan masa yang akan datang. “Kita menghawatirkan kemunduran dari pariwisata danau ini, kita lihat misalnya dari penurunan ekosistem danau. Berdasarkan hal tersebut, kami mengadakan lokakarya ini sehingga kita nantik menghasilkan suatu solusi dalam pemecahan masalah dan memajukan lagi pariwisata danau singkarak,” terang Lukman Roka. Ditambahkannya, aturan yang berkaitan dengan danau ini hendaknya menjadi fondamen dalam melestarikan pariwisata.
Bupati Tanah Datar, H. Irdinansyah Tarmizi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan lokakarya ini nantinya kita berharap akan menghasilkan beberapa kesimpulan tentang tugas dan tanggung jawab antara pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten, sehingga kita bisa segera melakukan tindakan penyelamatan danau Singkarak ini. “Kegiatan lokakarya ini kita juga mengharapkan bisa menghasilkan rekomendasi untuk kita bisa mengembangkan dan meningkatkan potensi danau untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” terang Irdiansyah Tarmizi.
Sementara Bupati Solok,  H.Gusmal,SE,MM, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak panitia yang sudah berinisiatif untuk mempertemukan Bupati Solok dan Bupati Tanah Datar dalam lokakarya yang bertujuan untuk ini, sehingga bisa menyamakan presepsidalam membangun Danau Singkarak dan pemanfaatannya bagi masyarakat sekitar. 
“Mudahan-mudahan lokakarya ini dapat berjalan dengan baik dan saya berharap kepada Bapak Andrino dalam pengembangan danau singkarak ini dapat seperti objek wisata yang sudah lebih dahulu terkenal seperti kawasan Mandeh di Pesisir Selatan,” terang H. Gusmal. Di jelaskan Bupati Solok, danau singkarak menghadapi beberapa persoalan seperti sudah berkurangnya ikan bilih yang merupakan ikan endemik ikan danau singkarak. Melalui acara ini, kepada wali nagari untuk membuat suatu larangan dan aturan-aturan dalam penggunaan bagan di kawasan danau Singkarak. Selain itu, Gusmal juga berharap agar pemerntah Kabupaten Solok dan Tana Datar bisa sama-sama menertibkan bangunan liar atau bangli yang berada di sepanjang Danau Singkarak,” tutur H. Gusmal.
Gubernur Sumbar yang diwakili oleh oleh Staf ahli bidang pemerintahan provinsi Sumbar, Jefrinal Arifin, SH menyampaikan pesan Gubernur Sumbar. Dimana pesan Gubernur karena Danau Singkarak mempunyai potensi alam yang sangat bagus menjadi suatu nilai dalam mengangkat potensi wisata. “Tidak hanya itu, Danau singkarak mempunya biota asli khas danau singkarak yang sudah sangat terkenal yaitu ikan bilih. “Pengelolaan dan pemanfaatan Danau Singkarak belumlah maksimal hal ini membuat para wisatawan kurang mendapatkan informasi mengenai danau Singkarak.
Sementara Kementrian Pariwisata yang diwakili Oleh Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya, Drs. Lokot Ahmad Enda, MM dalam arahannya menyebutkan bahwa pengembangan wisata tidak akan berjalan dengan baik tanpa didukung dengan adanya fasilitas-fasilitas pendukung yang dibutuhkan oleh para wisatawan. “Saat ini pariwisata menjadi prioritas nasional, pariwisata tidak akan berjalan dengan baik kalau tidak di dukung dengan infrastruktur yang baik. “Singkarak merupakan kawasan strategis pariwisata, sehebat apapun pemerintah tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari masyarakat,” tutur Lokot Ahmad (wandy)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *