Walikota Padang Ajak Masyarakatnya Shalat Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016

BIJAK ONLINE (PADANG)-Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah mengajak masyarakatnya untuk melaksanakan shalat Gerhana Matahari Total (GMT), 9 Maret 2016 mendatang. Alasannya, selain untuk ibadah, juga karena Kota Padang termasuk dari sebelas daerah  di Indonesia akan dilintasi Gerhana Matahari Total (GMT),  9 Maret 2016 mendatang. 
“Seluruh warga, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemko Padang, diharapkan melaksanakan shalat gerhana,” kata Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah Dt Marajo, Jumat, 25 Februari 2016.
Menurut walikota, yang dihimbau untuk shalat gerhana, tak hanya warga dan pegawai, tapi anak sekolah pun diharapkan juga melaksanakan shalat gerhana di masjid atau mushalla masing-masing. “Khusus pegawai Pemko Padang, shalat gerhana akan dilaksanakan di halaman Kantor Balaikota Padang, Aia Pacah mulai pukul 06.30 hingga 08.00 WIB,” terang Walikota. 
Kemudian kata walikota,  peristiwa ini  merupakan kejadian yang sangat istimewa, karena wilayah daratan yang dilalui GMT hanya Indonesia. Ini juga merupakan kejadian langka yang jarang terjadi dan dijumpai.  “Di Kota Padang, GMT ini diperkirakan akan terlihat antara pukul 07.00 hingga 07.30 Wib,” ungkapnya. 
Lebih lanjut walikota yang juga seorang ustad ini menjelaskan, sebagian kalangan menganggap terjadinya gerhana matahari dan bulan merupakan gejala alam biasa. Bahkan ada pula yang menjadikan kejadian alam ini sebagai “objek wisata” dan menyaksikannya beramai-ramai.
“Sesungguhnya di balik peristiwa ini, gerhana adalah bukti keagungan Sang Pencipta, Allah SWT. Gerhana merupakan peristiwa penting yang secara nyata menunjukkan kepada kita bahwa ada kekuatan Yang Maha Agung di luar batas kemampuan manusia. Oleh karena itu, setiap terjadi gerhana kita disunahkan Rasulullah SAW agar menadahkan muka, menghadap Allah, mengerjakan shalat secara berjamaah sesuai hadist yang diriwayatkan Bukhari-Muslim,” ujar Walikota. 
Dalam riwayat Bukhari-Muslim itu menekankan bahwa gerhana merupakan tanda kekuasaan Allah. Umat muslim disarankan untuk shalat. 
“Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah, maka apabila kalian melihat gerhana, maka berdo’alah kepada Allah, lalu sholatlah sehingga hilang dari kalian gelap, dan bersedekahlah,” ujar Walikota menyebut isi dari riwayat Bukhari-Muslim tersebut. 
“Karena itu, mari kita bersama-sama melaksanakan shalat gerhana secara bersama-sama pada 9 Maret nanti,” tambah wako sambil mengakhiri. 
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebelas provinsi yang dilalui GMT yakni Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Masyarakat yang berada di luar provinsi tersebut juga bisa melihat fenomena alam langka tersebut.
Diperkirakan GMT akan berlangsung selama 1 hingga 3 menit. Fenomena ini dapat disaksikan secara utuh di Muko-Muko, Palembang, Bangka, Belitung, Palangkaraya, Balikpapan, Sampit, Luwuk, Ternate, Tidore, Palu, Poso, dan Halmahera. Sedangkan di Kota Padang, GMT ini akan terlihat sebahagian.(Charlie / Mursalim)