Catatan Yal Aziz: Yok Ikut Berpuasa Senen-Kamis Bersama Prof Irwan Prayitno

SAYA termasuk masyarakat Sumatera Barat yang beruntung bisa ikut hadir atau menemani, Prof DR H Irwan Prayitno Psi Msi berbuka puasa Senen-Kamis bersama  dengan timses, tim relawan, tim simpatisan paslon IP-NA yang lainnya, seperti Ketua Tim Relawan IP-NA, Sengaja Budi Syukur bersama sekretarisnya, Syaiful SH Mhum, Musfi Yendri, Jasman Rizal, Novermal Yuska, dan Nofrianto Lublin, yang merupakan bagian dari perjalanan politiknya. 
Sebagai Gubernur Sumbar terpilih, prof IP,— begitu saya memanggilnya—, tak pula mengajak saya untuk berpuasa Senen-Kamis, seperti dirinya. Begitu juga terhadap  teman satu tim yang lainnya. Hanya saja, setiap ada pertemuan yang jatuh pada hari Senen dan Kamis, selalu diketahui kalau Prof IP lagi berpuasa.  
Sebagai sarjana Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol, saya bisa memaklumi sikap dan kebijakan Prof IP yang tidak mengajak tim relawan dan tim simpatisan untuk mengikutinya berpuasa setiap hari Senen-Kamis.
Tampakya dalam hal puasa Senen-Kamis ini, Prof IP lebih memakai pola berdakwah dengan ibdak binafsik, sebagai salah satu cara Nabi Muhammad mengajak umatnya untuk sebuah perubahan dalam kehidupan. Kenapa? Karena Ibda binafsik bukan hanya masalah kepribadian, tetapi juga sekaligus suri tauladan dan ajaran, sebagaimana fiman Allah dalam surah as-Shaf ayat 2-3.
“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan. (itu) sangatlah dibenci di sisi allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
Dalil yang lainnya, bisa juga kita pahami dari di surah al Baqarah: 44
“Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan,sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri., padahal kamu membaca kitab (taurat) tidakkah kamu mengerti?”
Dari kajian hukum, siapa yang melaksanakan puasa Senen-Kami akan mendapat pahala, sementara yang tidak menjalankan puasa Senen-Kamis tidak pula mendapat dosa. Namun, ibadah sunah tentu sangat bermanfaat dalam upaya mencapai predikat taqwa. 
Yang jelas, manfaat puasa Senin-Kamis sangat besar, dilihat dari segi kesehatan tubuh maupun mental dan spiritual. Orang yang berpusa Senen-Kamis, akan dapat memaksimalkan serta menyeimbangkan antara tiga kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).
Kemudian, dengan berpuasa Senen-Kamis, secara tidak langsung akan membuat seseorang mampu mengendalikan hawa nafsu, agar terhindar dari prilaku yang suka menyakiti hati orang lain dan melakukan tindak pidana korupsi. (Penulis waratwan Bijak dan padangpos.com)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *