Doni Warmanto Kena Hipnotis di Bandara Internasional Minangkabau

BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)—Doni Warmanto (37) Tahun, kena hipnotis di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (22/12/2015). Kejadian itu sekitar pukul 17.00 WIB, sedang menunggu keluarganya dengan pesawat dari Jakarta. 
Doni datang ke BIM bersama dengan isteri dan anak-anaknya, setelah memarkir mobilnya, Doni berjalan menuju ruang tunggu tempat keluarnya penunmpang dari pesawat, saat kejadian Doni dengan isterinya sedang berpisah, karena isterina ada keperluan berbelanja es krim untuk anaknya.
Begitu istrinya kembali  dengan anaknya dia tidak menemukan suaminya di lokasi yang ditinggalkan tadi, setelah menghubungi nomor hendponnya tidak lagi aktif dan dilihat mobil yang diparkir masih ada pada tempat parker tersebut.  
Korban adalah kakak kandung dari Kabag Humas Setdakab Padang Pariaman Hendra Aswara, yang beralamat di Jl. H Agus Salim Barat No 25 Kampung Baru Pariaman Tengah Kota Pariaman.
Setelah menunggu dalam kecemasan dengan rasa was-was yang tidak menentu selama satu hari satu malam, akhirnya  Rabu (23/12/2015) sekitar pukul 16.30 Wib, Doni muncul sendirian di rumahnya Kapung Baru Pariaman, dalam kondisi baju penuh darah akibat luka di tangan. 
Menurut Doni menceritakan kejadian tersebut kepada adiknya Hendra Aswara, sewaktu di palataran 
Bandara, tiba-tiba bahunya ditepuk 2 orang laki-laki tidak dikenal dari belakang.  Kemudian dia dimasukkan ke dalam mobil Luxio dan dibawa ke Banuaran Padang. 
Sesampai di Banuaran,  Doni berusaha melawan dua orang laki-laki tersebut dan melukai tangan kanannya dengan sebilah pisau. HP dan dompetnya diambil, laki-laki penjahat tersebut, total kerugian belum  diketahui karena uang di dompet tidak ingat jumlahnya. 
Setelah berduet  dia dilempar keluar mobil dan tidak sadarkan diri sampai pagi harinya. Pagi hari Doni  tersadar dan ditemukan oleh penduduk setempat yang kemudian membawanya ke klinik terdekat untuk diobati. 
Setelah diobati Doni  pulang sendiri dengan  naik angkot dari Banuaran ke Tabing, dari Tabing naik kereta api ke Pariaman. Dari stasiun kereta api Pariaman naik ojek ke rumah, Jln. H. Agus Salim Kampung Baru Pariaman. 
Demikian kronologis yang disampaikan Kasubag Dokumentasi Humas Pemda Padang Pariaman, Andri Satria kepada wartawan menjelaskan melalui jejaringan sosial fecebook. Berbagai macam komentar ada yang mencaci maki penjahat itu tersebut dan ada juga yang mengucapkan “Alahamdulillah”, muda-mudahan penjahat itu diberikan hidayah dan petunjuk oleh Allah swt, supaya dibukakan pintu taubat untuknya. 
“Diharapkan kepada semua kita berhati hati berada di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) atau pusat keramaian. Agar kejadian serupa tidak terjadi pada diri kita, masing-masing,” tulis Andria Satria.
Kasus ini sedang ditangani pihak Kepolisian Resor Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan kepolosian sedang bekerja melakukan penyelidikan sembari mengejar pelaku Hipnotis tersebut. (amir)