PJ Gub Sumbar: Merantau Sebuah Tradisi dan Pilihan Bagi Masyarakat Minangkabau

BIJAK ONLINE (Padang)-Pejabat Gubernur Sumatera Barat Reyonnyzar Moenek Meresmikan Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tapak Adat Sultan Alif Kahalifatullah Sentana Datuak Rajo Batuah di Gundam-Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar, Sabtu, 28 November 2015 siang.
Acara ini merupakan rangkaian dari acara Manjalang Bako dari Lembaga Adat Perpateh Naning Melaka ke Rumah Adat Datuk Rajo Batuah. Acra ini disaksikan oleh Dato’ Undang Naning ke-20 Wilayah Adat Parpateh Melaka, dan Ahli Keluarga Hj. Djasna Binti H.M.Amin (Datuk Paduko Batuah). 
Acara ini juga dihadiri oleh Keluarga besar H. Aminuzal Amin Datuk Raj Batuah, Pj. Bupati Tanah Datar Sudirman Gani, Forkopimda Kabupaten Tanah Datar, Kepala Biro Humas dan Biro Umum Setda Sumatera Barat. Selain itu, acara ini juga bersamaan dengan berpulangnya ke rahmatullah H. Andrie Amin.
Dalam sambutan, Donny Moenek menyampaikan bahwa, merantau adalah sebuah tradisi dan sebuah pilihan, apalagi bagi masyarakat Minangkabau. Hanya satu hal yang tidak pernah putus adalah, bahwa ikatan emosional dan sosial antara masyarakat perantauan dengan kampung halaman akan selalu bersemi dalam jiwa.
“Hidup diperantauan bukanlah hal yang mudah dan hanya orang-orang yang kuat dan beranilah yang dapat menjalani, namun seberapapun jauhnya pergi merantau, kampung halaman dikunjung juga” sebutnya.
Pada kesempatan ini kita bertemu dalam rangka menjalin sambung rasa dan hubungan silaturahmi yang selama ini dipisahkan oleh jarak yang berjauhan.
“Elok tapian dek nan mudo,
elok kampuang dek nan tuo,
elok nagari dek panghulu,
elok musajik dek tuangku,
elok rumah dek bundo kanduang”
Ini menunjukan bahwa dalam membangun nagari dibutuhkan kerjasama antara seluruh elemen masyarakat, dan mengerjakan tugas dan fungsinya sesuai dengan posisinya.
“Jadi, dengan peran ninik mamak, alim ulama cadiak pandai, bundo kanduang yang memberikan nasehat dan dukungan kepada masyarakat, maka akan menciptakan tatanan kehidupan yang tentram, baldatul, thaibatul, warabbun ghafur ” tutup Pj. Gubernur Sumatera Barat.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *