Direktur Pengembangan Ekonomi Desa Sugeng Riyono Buka Acara Bimtek Usaha Ekonomi Nagari di Bukittingi

BIJAK ONLINE (Bukittinggi)-Dirjen Pengembangan Ekonomi Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Sugeng Riyono membuka secara resmi acara Bimbingan Tehnis Pengembangan Usaha Ekonomi Nagari, se-Sumatera Barat, di Hotel Royal Denai, Jumat, 9 Oktober 2015.
“Kondisi sebelum 2014 lalu, desa atau nagari hanya mengurus administrasi surat menyurat, atau hanya mengurus rencana pembangunan, namun pemerintah desa waktu itu belum punya kepedulian terhadap kemiskinan masyarakat,” kata Sugeng Riyono Direktur Pengembangan Ekonomo Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.
Menurut Sugeng, waktu itu pemerintah secara umum menjalankan praktek subordinasi, dimana hanya berpihak kepada pemilik modal besar dan tidak berpihak kepada masyarakat yang memiliki potensi yang besar yang bisa dikembangkan. “Padahal waktu itu, bila dikembangkan, maka masyarakat tersebut akan bisa memperkuat sistem pemerintahan desa/nagari itu sendiri,” kata Sugeng Riyono.
Kemudian, kata Sugeng Riyono, uandang-undang desa Nomor 6 Tahun 2014 akan menjawab semua kelemahan sistem pemerintah sebelumnya. “Maka dengan spirit tersebut pemerintah desa/nagari dengan para stokholder sengaja diundang dan diajak untuk mengikuti Bimbingan Tehnis Startegi Pengembangan Ekonomi Nagari/desa yang hanya diperuntukan bagi nagari di Sumatera Barat,” katanya. 
Tujuan pelaksanaan Bimbingan Pengembangan Usaha Ekonomi Desa ini, kata Sugeng Riyono, agar dana dekonsentrasi 2015 ini bisa mendorong dan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di setiap nagari dan memantapkan penyelenggaraan urusan kewenangan pemerintah pusat yang dilimpahkan kepada gubernur.
Secara terpisah, Kepala Badang Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumatera Barat, Drs H Syafrizal Ucok MM yang diwakili Kepala Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat, Drs Herzadi Lazran MM menjelaskan, Bimbingan Tenis  Pengembangan uUaha Ekonomi Nagari, diikuti sekitar 150 orang yang merupakan unsur pemerintahan nagari, yang terdiri dari walinagari, Badang Musyawarah (Bamus) Nagari dan Pengelola Badan Usaha Milik Nagari.
Menurut Herzadi Lazran, acara pembukaan berlangsung sukses dan meriah. “Semua peserta sangat antusias mengikuti acara dan fakta itu sangat memuaskan saya sebagai Ketua Pelaksana Bimtek Dekonsentrasi Bidang Pengemabangan Usaha Ekonomi Desa 2015 ini,” katanya.
Kemudian,kata Herzadi lagi,  acara ini sengaja mengundang pakar-pakar atau nara sumber yang punya pengetahuan tentang bagaimana mengembangkan usaha ekonomi nagari, seperti Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa, Sugeng Riyono yang menyampaikan makalahnya dengan Judul Desa Membangun dan Membangun Desa. 
Kemudian, kata Herzadi lagi, Dr Lili  Romli, staf ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi dengan  judul makalah Pengembangan Ekonomi.
Berikutnya, Indra Sakti Lubis Staf Khsusu Dirjen Pembanguna  dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan judul makalah Menjadikan Desa Sebagai Lumbung Ekonomi Desa.
Selanjutnya Mulyadin Malik Kepala Subdikorat judul makalhnya Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa, Yudi Hermawan SE Msi judul makalhnya Kebijakan Pengelolaan Pasar Desa dalam Perkembangan Usaha Ekonomi Desa,  Sugito S sos Kasubdit Vemdam dengan judul makalahnya  Pemanfaatan Dana Desa untuk menunjang pengembangan usaha ekonomi desa. (PRB)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *