Harga SIM Tak Wajar Kapolri Perintahkan Copot Kasatlantas Poles Medan

BIJAK ONLINE (Medan)- Kapolri Jenderal Badrodin Haiti segera perintahkan  mencopot Kompol M Hasan dari jabatan Kasatlantas Polresta Medan. Selain temuan penyimpangan dan buruknya pelayanan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM), ternyata Kapolri memiliki alasan lain yang menjadi penyebab pencopotan perwira tersebut.
“Saya menilai Kasatlantas Polresta Medan berkinerja buruk. Soal harga SIM yang tak wajar, itu juga bagian dari buruknya kinerja itu. Alasan lain sudah ditemukan Tim Divisi Propam waktu turun ke Medan. Segera diganti ya,” katanya kepada medansatu.com, Minggu (4/10/2015).
Kapan pencopotan akan dilakukan? Badrodin tak bersedia menyebutkan waktunya. Menurutnya, pencopotan Kompol M Hasan akan dilakukan bersamaan dengan mutasi yang akan dilakukan Mabes Polri terhadap sejumlah pamen. “Segera ya,” jawabnya.
Diketahui, sebelumnya Kantor Satlantas Polresta Medan digerebek Tim Divisi Propam Mabes Polri. Penggerebekan dilakukan setelah tim dari Jakarta itu membuktikan langsung penyimpangan yang terjadi.
Saat melakukan penyamaran, tim Divisi Propam yang berpura-pura melakukan pengurusan SIM C dimintai biaya Rp700 ribu oleh dua orang calo yang berkerjasama dengan oknum petugas. Padahal harga SIM C hanya Rp100 ribu.
Kompol Hasan Membantah
Ketika hal pencotan dan pengerebekan dilakukan Tim Divisi Propam Mabes Polri ini dikonfirmasikan, KOmpol Hasan membantah. Saat ditemui di Markas Satlantas Polresta Medan Jalan Arief Lubis, Medan, Selasa (6/10/2015), Hasan mengatakan rumor tersebut tidak benar seperti diberikakan Medan Satu Online.
“Tidak ada, tidak ada. Jadi memang datang tim Pamen (Perwira Menengah) dari Mabes Polri. Mereka mengecek sistem, prosedur, mekanisme pembuatan SIM di Satlantas Medan ini apakah berjalan baik atau tidak. Dugaan-dugaan yang terkait calo mekanisme pelaksanaan itu tidak ada,” kata Hasan usai meresmikan pelayanan SIM Online, Selasa (6/10/2015) pagi seperti diberitakan Kabarhukum.com.
Sementara itu, terkait temuan pungutan uang Rp 700 ribu oleh tim Divisi Propam Mabes Polri beberapa waktu lalu, Hasan juga membantah. Hasan menegaskan jika yang melakukan pungutan tersebut bukan dari anggota kesatuannya, melainkan calo.
“Oh tidak, jadi begini. Makannya ketika masyarakat membuat SIM jangan melalui calo atau pun diwakilkan. Dan kita sudah mengimbau agar pengurusan tidak melalui calo. Jadi kalau pun dia mengikuti sekolah mengemudi, itu biaya di luar dari yang ditetapkan bank,” jelas Hasan.
Hasan mengaku, mereka belum menemukan oknum yang melakukan pungutan tersebut apakah masih dari kesatuannya atau tidak. Meski begitu, dirinya telah melakukan pembenahan baik dari sistem maupun mekanisme prosedural pembuatan atau perpanjangan SIM.
“Untuk calo ini, dari dalam mitra kami tidak ada. Tapi kami tidak tahu dengan masyarakat yang di luar, kami membedakan antara calo dengan pemohon itu tidak ada. Makanya kami sekarang melakukan pembenahan-pembenahan untuk mengurangi dan menghilangkan calo di Satlantas ini,” tandasnya.
Kompol Hasan sebelum menjabat sebagai Kasatlantas Polresta Medan, Kompol M Hasan menjabat sebagai Kasi SIM Subdit Regident Polda Sumut. Ia dilantik sebagai Kasatlantas Polresta Medan saat Kapolda Sumut dijabat Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo yang saat ini telah dimutasi sebagai Wakabaharkam Mabes Polri.
Kompol M Hasan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2002. Pria kelahiran Sidoarjo 27 Juni 1980 ini pernah menjabat sebagai Kasatlantas Polres Palopo, Sulewesi Selatan (Sulsel) dan Kasat Reskrim Polres Sorong, Papua. (MSO/NHO)