Pilkada di Kabupaten Solok Mulai Memanas

Yondri Samin, SH
BIJAK ONLINE (SOLOK)-Persaingan untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari tiga orang pasangan kandidat kepala daerah Kabupaten Solok, sejak ditetapkannya nomor urut oleh Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Kabupaten Solok, gezahnya kian terasa.
Ngerumpi politik tak hanya di warung-warung kopi atau di dunia maya saja, tetapi para kandidat sendiri setiap hari sudah mulai tampak mencari dukungan ke daerah-daerah yang dinilai potensial untuk meraih dukungan. 
Tiga kandidat Bupati Solok, Drs. H. Desra Ediwan Anantanur yang berpasangan dengan Ir. Bachtul, Agus Syahdeman, SE dengan Letkol Wahidup dan H. Gusmal Dt Rajo Lelo dengan Yulfadri Nurdin, hampir setiap turun gunung untuk mendapatkan dukungan. Hampir tidak ada moment yang mereka lewatkan, bahkan setiap ada orang pesta atau baralek dan orang meninggal dunia, ketiganya paslon Bupati dan Wakil Bupati ini kan berusaha untuk hadir. Itulah gambaran singkat tentang Pilkada Kabupaten Solok. Di dunia maya, para kandidat, relawan dan juga simpatisan, tampak mulai menampilkan jagoannya, meski terkadang sudah menjurus ke masalah sara.
“Kalau ini dibiarkan terus, maka akan berdampak negatif kepada kandidat, yang tadinya masyarakat mau mendukung, namun akibat ulah perangai tim sukses atau relawan yang di luar kendali, maka para pendukung akan lari. Jadi kalau bisa, para relawan berkampanyelah dengan sopan,” pesan Ketua Forum Walinagari Kabupaten Solok, Syamsul Azwar, Minggu (30/8) di Lubuk Selasih. 
Dijelaskan Syamsul Azwar, perang dunia maya, gezahnya sudah terasa jauh sebelum paslon di tetapkan KPU. Namun dirinya juga meminta kepada paslon atau kandidat, untuk memberi teguran kepada para relawan dan simpatisan untuk memakai etika dalam berkampanye. “Kandidat saja sudah menyatakan siap mensukseskan Pemilukada badunsanak, masa kita para pendukung yang ribut-ribut di bawah. Itu lucu namanya,” jelas Syamsul Azwar.
Harapan yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, agar para pendukung tetap menjaga norma dan etika dalam memberikan dukungan di dunia maya, seperti facebook, BBM atau Twiter dan blog lainnya. “Silahkanlah berkampanye dan memberi dukungan, tapi kita juga harus menjaga hubungan silaturrahmi agar tidak saling bergesekan,” sambung Yondri Samin (wandy)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *