Kasus Perampokan Bersenpi di Cupak Kabupaten Solok Telah Menemui Titik Terang

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Jajaran Poilres Arosuka Kabupaten Solok, masih terus memburu dan mengembangkan para pelaku perampokan yang menggunakan senjata api (senpi), yang terjadi di nagari Cupak, pada hari Minggu 23 Agustus 2015 yang lalu.
“Saat ini kita masih terus memburu para pelaku perampokan toke beras di Cupak dan identitas mereka sudah kita ketahui dan ada yang sudah kita periksa. Namun kita perlu hati-hati agar tidak terjadi salah tangkap,” tutur AKPB Tommy Bambang Irawan, Kapolres Kabupaten Solok, Minggu (30/8) di Lubuk Selasih. 
Dijelaskan Kapolres, saat ini petugas Polsek Talang dan  Polres Kabupaten Solok, masih terus mengamati orang yang dicurigai, termasuk dugaan otak pelaku perampokan, yang merugikan korban ratusan juta rupiah. “Kita juga sudah meminta keterangan saudara Hen (35), tetapi masih ada nama dugaan pelaku lain yakni juga bernama Hen yang sama yang masih kita curigai,” tutur AKBP Tommy Bambang Irawan.
Kawanan perampok nekat beraksi di Jorong Pasar Baru Nagari Cupak, kecamatan Gunung Talang, dengan menyekap Yessi Sri Murni Ningsih (45) penghuni rumah, yang sehari-hari merupakan seorang pedagang (toke) dan Rian Fikri (23) salah seorang tetangga Yessi. Kornban tidak mampu berbuat banyak, karena janda yang tinggal seorang diri di rumahnya itu ditodong oleh kawanan perampok yang berjumlah sekitara 4 orang itu dengan menggunakan senjata tajam dan senjata api.
Menurut korban Yessi, pihaknya tidak menyangka bahwa orang yang bertamu ke rumahnya  sekitar jam 19.00 WIB itu adalah kawanan perampok, karena kedatangan pelaku ingin membeli beras. “Namun setelah dipersilahkan masuk dan duduk para pelaku langsung menodong saya dengan menggunakan pistol dan menutup mata saya dengan lakban kemudian  saya diikatnya di kursi,” terang Yesi. Sialnya, bersamaan dengan itu, para pelaku langsung melucuti perhiasan emas yang melekat di tubuh korban yang terdiri dari gelang emas seberat 10 gram emas dan cincin 3 gram emas. Selain itu, uang korban yang tersimpan di dalam lemari korban sebanyak Rp. 1,3 Juta juga ikut di sikat para pelaku. Bahkan handphone jenis Samsung kecil juga ikut diambil para pearmpok tersebut.
Selain mengambil perhiasan emas dan uang miliknya, para pelaku juga  sempat meminta BPKB mobil miliknya dan uang hasil penjualan beras lainnya, karena biasanya, setiap minggu, Yessi selalu menagih uang penjualan beras kepada konsumennya. Tapi untungnya Yesi berpura-pura tidak ingat di mana menarok BPKB kendaraannya.
Sementara itu Rian Fikri atau biasa disapa Adek, yang datang ke rumah Yessi karena berniat ingin meminjam mobil, kaget karena ketika datang ke rumah itu, pintu rumah Yessi tertutup. Namun ketika di ketuk dan memanggil Yessi yang keluar adalah laki-laki sembari menodongkan pistol dan memaksa dirinya masuk ke rumah. Rian tidak bisa berbuat banyak karena langsung ditodong dengan pistol dan diancam akan dibunuh. Di dalam rumah, Rian atau Adek langsung disuruh tiarap di lantai dan langsung diikat dengan menggunakan kawat dan tali dengan mulut yang juga ikut di bekap dengan menggunakan lakban. Sementara  dompet dan HP, Blackberry milik adek juga ikut disikat. Sementara kawanan perampok terus mengacak-acak isi rumah sembari mencari barang-barang berharga berharga  lainnya (wandy)