Masih Ditemukan 13 Nagari di Kabupaten Agam, Terisolir

BIJAK ONLINE (Agam)-Lima tahun sudah perjalanan Pemerintahan Kabupaten Agam, di bawah kepemimpinan Indra Catri, yang bertindak selaku state holder, masih ditemukan sekitar 13 dari 82 Nagari di Kabupaten Agam, yang masih dikategorikan terisolir. 
“Kita mengharapkan kepada bupati terpilih melalui Pilkada 2015-2020 mendatang melalui SKPD terkait untuk memberikan perhatian khusus agar kawasan tersebut bisa lebih cepat berkembang, ” Kata Direktur Eksekutif DPD LSM GARUDA RI Kabupaten Agam, Yusra Wafilma, di ruang kerjanya kepada Bijak,  belum lama ini.
Menurutnya, Yusra Wafilma, berdasarkan data yang dimiliki kawasan terisolisir tersebut, antara lain terdapat di Kecamatan Palupuah (4 nagari), Malalak (4 4agari), Palembayan (5 nagari), dan sejumlah jorong pada Kecamatan Lubuk Basung dan Tanjung Mutiara.
“Wilayah tersebut terletak cukup jauh dengan akses yang cukup sulit. Namun, dengan kondisi itu,  siapa pun yang menjalankan pemerintahan Kabupaten Agam ini ke depanya  harus berupaya mendorong kebutuhan wilayah itu seperti yang dijanjikan saat kampanye, terkait akses menuju daerah tersebut, serta memberikan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh aktivis yang akrab disapa Bang Era, menjelaskan, ke tidak adaan program PNPM MP pada tahun berjalan bukan berati pembangunan menjadi terhalang. Bahkan, dengan adanya dana desa sekarang, seluruh nagari dapat dana sehingga bisa di berdayakan untuk pembangunan, maupun pemberdayaan masyarakat secara langsung, namun pengawasan pelaksanaannya harus diawasi oleh semua pihak, agar dana yang dianggarkan tepat sasaran.
Menurut data dan informasi yang didapat dari berbagai pihak, Pada tahun 2015 ini dana yang diperuntukkan untuk desa lebih kurang Rp 63 miliar. Ada pun Dana tersebut berasal dari APBD Rp 39 miliar, dan APBN Pusat Rp 24 miliar, yang diperuntukkan 82 Nagari se-kabupaten Agam, namun sesuai dengan indikator dan kebutuhan nagari tersebut.
Menurut Bang Era lagi, dalam mendorong percepatan pembangunan daerah sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Pemerintah Daerah Kabupaten Agam, harus komit karena ini sudah ditetapkan dalam sidang paripurna DPRD Agam, “Untuk itu Pemberdayaan masyarakat serta perkembangan kawasan terpencil harus jadi prioritas, karena kita akan mengawasi pelaksanaan dan penggunaan anggarannya,” ujarnya Bang Era. (Gnd)