Catatan Yal Aziz: Hanya Koalisi SUMBAR BANGKIT yang Mampu Kalah Irwan Prayitno

SEBAGAI
simpatisan partai dan rakyat yang melek demokrasi dan informasi,  ya wajar-wajar saja kalau berbagai elemen
masyarakat dan termasuk pialang politik lagi 
asyik  mempergunjikan tingkah polah
para politisi dan calon kepala daerah  
yang sedang  kasak kusuk
menggalang dukungan  massa dan simpatisan
untuk  mereka manfaatkan menghadapi
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan KPU, Desember
2015 mendatang.
Ciloteh dan
ota masyarakat kalangan bawah dan menengah tersebut, kalau diumpamakan  dengan sebuah prediksi pertandingan
sepakbola, maka kicauan mereka tersebut bisa dikatakan, bagaikan   seorang 
komentator yang  lebih pintar dan
hebat bermain bola dari pada pemain bola itu sendiri.
Bagitu
juga  dengan tingkah polah  para pialang politik yang lebih hebat dan
jago pula katanya dalam melakukan manuver politik dan menggalang masa dan
simpatisan dari pada seorang politisi sejati.
Sejak
beberapa bulan lalu, para  pialang
politik tersebut telah memainkan aksi 
koar-koarnya dengan mmbahas dan membicarakan bakal calon kepala daerah
di Sumatera Barat. Bahkan, kicauan pialang 
yang bagaikan suara burung ketitiran tigo gayo itu, mejadi kosumsi ota
di lapau bagi berbagai  elemen masyarakat
dan ada juga yang terbawa arus untuk mendukung salah satu calon kepala daerah.
Salah satu
kicauan para pialang politik itu, tentang koalisi SUMBAR BANGKIT, yang
merupakan gabungan beberapa partai, seperti Golkar kubu Agung, Partai Demokrat,
PPP kubu Rommy dan konon kabarnya masuk juga, Nasdem, Hanura, PDI-P dan PKB.
Katanya,
tujuan koalisi SUMBAR BANGKIT ini, salah satunya untuk menghadang atau
menghambat lajunya koalisi PKS dengan Gerindra yang akan mengusung Irwan
Prayitno dan Nasrul Abit yang sudah santer jadi bahan gunjingan dan pembicaraan
kader kedua partai yang berkualisi tersebut.
Menurut
nyanyian para pialang yang menjojokan galehnya disetiap warung dan lapau
one-one dipingiran Kota Padang dan dipelosok-pelosok nagari paling ujung Sumatera
Barat, hanya koalisi SUMBAR BANGKIT yang diprediksi bisa mengalahkan Irwan
Prayitno untuk melanjutkan pengabdiannya menjadi Gubernur Sumbar, karena anak
Nagri Kuranji Kota Padang itu berdasarkan hasil survei masih the best.
Bahkan,
para pialang ada yang dengan tegas menyebutkan, jika  calon Gubernur Sumbar lebih dari dua orang,
maka pemenangnya katanya adalah Irwan Prayitno yang berpasangan dengan siapa
saja. Makanya, jalan yang terbaik untuk ditempuh adalah berkoalisi dengan
SUMBAR BANGKIT.
Kemudian dari
kader Golkar muncul nama, Yan Hiksas dan 
Irwan Hendra Rahim yang sekarang lagi jadi Ketua DPRD Sumatera Barat,
yang diperkirakan akan mampu mengalahkan pasangan Irwan Prayitno dengan Nasrul
Abit Bupati Pesisir Selatan yang akan mengakiri masa jabatanya, Agustus 2015.
Kenapa Yan
Hiksas dan Irwan Hendra Rahim yang muncul? Karena Yan Hiksas orangnya kubu
Agung Laksono dan Irwan Hendra Rahim, kubunya Ical alias Aburizal Bakri.
Sedangkan
kader Golkar yang lain seperti Sadiq Pasadiqu dan Muslim Kasim, konon
kabarnya  tidak bakal mendapatkan
dukungan karena ada suara-suara bernada agitasi dengan tuduhan Sadq dan Muslim
Kasim tidak dukungan terhadap Golkar dan keduanya asyik  dengan mempesonakan dirinya masing-masing.
Bahasa tegasnya, dukungan Sadiq dan Muslim Kasim ke Golkar nggak jelas.
Khusus Yan
Hiksas, katanya sudah mengadakan lobi-lobi politik dengan petinggi Partai  Demokrat, PPP, Hanura, PBB, PKB, PDI-P dan
Nasdem dalam koalisi SUMBAR BANGKIT, namun belum final.
Khsusus
Fauzi Bahar, mantan Walikota Padang dua periode ini bakal ketinggalan kereta,
karena tidak mendapatkan tiket ke KPU, karena tidak mencukupi jumlah kursi di
dewan untuk mendukungnya.
Sebelumnya,
Nasdem akan mendukung Fauzi Bahar, tetapi kemudian  Nasdem lebih memilih Sadiq Pasadique dengan
pertimbangan dan alasan,  Bupati Tanah
Datar ini lebih populer dari Fauzi Bahar.
Dari Sumbar
Bangkit mucul sederet nama, diantaranya, Epyardi Asda, Mulyadi, Darizal Basyir,
yang lebih diarahkan untuk menjadi wakil gubernur saja. Bahkan, konon kabarnya
Darizal Basir telah mendapatkan sinyal dari SBY karena satu leting waktu di
tentara. Bagaimana sebenarnya, antalah. (penulis wartawan tabloid bijak).